Sudah Dirayu Sosok Ini Supaya Kuat Hadapi Kasus Penembakan, Kopda Muslimin Lebih Pilih Jalan Lain

Kabul jadi sosok yang meyakini Kopda Muslimin untuk kuat menghadapi kasus penembakan istrinya sendiri. Namun, Kopda Muslimin memilih jalan lain.

Editor: Siti Nawiroh
Kolase TribunJakarta
Kopda Muslimin kedapatan menangis menelpon Kabul sebelum ditemukan meninggal dunia keracunan. Kopda Muslimin mengaku sudah tidak kuat lagi walau sudah dirayu Kabul untuk lebih kuat lagi, ia kemudian menitipkan anak-anak kepada Kabul karena memilih jalan lain yakni mengakhiri hidupnya. 

Kini, Rina Wulandari berada di rumah sakit setelah mendapatkan 2 luka tembakan di perut.

Sementara para eksekutor mendekam di jeruji besi Polda Jateng.

Baca juga: Rencana Indah Kopda M dan Kekasih Gelap Pupus, Eksekutor Sewaan Gagal Habisi Istrinya

Sempat Minta Maaf ke Orangtua

Lelah menjadi buronan polisi, Kopda Muslimin ditemukan tewas di rumah orangtuanya sendiri.

Tim Inafis Polda Jateng dan POM Kodam IV/Diponegoro datang ke lokasi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Kopda Muslimin ditemukan tewas keracunan.
Kopda Muslimin ditemukan tewas keracunan. (Kolase Tribun Jakarta)

Kapolda Jawa Tengah Irjen Ahmad Luthfi yang datang ke lokasi mengatakan, Kopda Muslimin ditemukan meninggal pada pukul 07:00 WIB di kediaman orang tuanya.

Sebelum meninggal, Kopda Muslimin rupanya sempat meminta maaf. 

"Tadi pukul 05.30 WIB, saudara M pulang ke rumahnya. Orang tuanya namanya Mustakim. Pada saat pulang, beliau sempat minta maaf," kata Irjen Ahmad Lutfi di tayangan Breaking News Kompas TV, Kamis (28/7/2022).

Kopda Muslimin sempat diminta orang tua untuk menyerahkan diri ke polisi.

Tak menggubris ucapan orangtua, Kopda Muslimin diduga lebih memilih mengakhiri hidupnya.

Setelah dilakukan olah TKP, polisi menemukan sejumlah barang bukti diduga terkait meninggalnya Kopda Muslimin.

Barang bukti yang ditemukan di sekitar jasad Kopda Muslimin yakni gelas berisi cairan, sampel muntahan, dan alat komunikasi handphone milik korban.

Sementara itu, Komandan Pomdam IV Diponegoro, Kolonel CPM Rinoso Budi, menjelaskan Kopda Muslimin diduga meninggal karena keracunan.

Sebab, hasil autopsi jenazah Kopda Muslimin tidak ditemukan luka akibat kekerasan fisik baik benda tajam maupun tumpul.

Baca juga: Ngaku Dikekang Istri, Kopda Muslimin Cari Kos untuk Indehoy Bareng Pacar dan Sering Ganti Nomor

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved