Sembako Bantuan Presiden Ditimbun

Pengakuan Pria Penggali Lubang Penimbunan Sembako, Sosok Ini yang Memerintah: Bayaran Menggiurkan

Kasus dugaan penimbunan sembako di Depok terus bergulir hingga sekarang, pria bernama Nanang Firmansyah dan Rusdi ternyata yang menggali lubang itu.

Penulis: Dwi Putra Kesuma | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA
Nanang Firmansyah, warga yang menggali lokasi dugaan penimbunan sembako di Kota Depok, Senin (8/1/2022). Kasus dugaan penimbunan sembako di Depok terus bergulir hingga sekarang, pria bernama Nanang Firmansyah dan Rusdi ternyata yang menggali lubang itu. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, PANCORAN MAS - Kasus dugaan penimbunan sembako di Kota Depok terus bergulir hingga sekarang, pria bernama Nanang Firmansyah dan Rusdi ternyata yang menggali lubang tersebut.

Terkini, adalah penggali lubang tempat sembako itu dikubur yang angkat bicara terkait kesaksiannya.

Nanang Firmansyah dan Rusdi yang menggali lubang berukuran lebar dua meter dengan kedalaman 1,5 meter ini.

Kepada wartawan, Nanang mengaku awalnya ia mendapat orderan untuk menggali lubang septic tank oleh seorang bernama Dadung.

"Saya awalnya dikasih orderan dari teman, namanya Pak Dadung untuk gali septic tank," jelas Nanang di lokasi, Senin (8/1/2022).

Baca juga: Akhirnya Terjawab, Sosok Ini yang Gali Lubang Tempat Penimbunan Sembako Bantuan Presiden di Depok

Selanjutnya, Nanang pun mengerjakan penggalian lubang ini selama dua hari.

Ia mengingat, pekerjaan galian lubang ini dilakukan pada tahun 2020.

Nanang Firmansyah, warga yang menggali lokasi dugaan penimbunan sembako di Kota Depok, Senin (8/1/2022).
Nanang Firmansyah, warga yang menggali lokasi dugaan penimbunan sembako di Kota Depok, Senin (8/1/2022). (TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA)

"Sudah lama, kalau gak salah tahun 2020," jelasnya.

"Begitu kelar gali langsung saya tinggal gak ada yang dikubu, jadi saya gali doang. Kedalaman satu setengah meter lebar dua meter. Saya berdua sama Rusdi. Itu dua hari, siang hari," timpalnya lagi.

Selesai menggali, Nanang berujar dirinya diupah oleh orang dari kantor jasa pengiriman yang ada di seberang lokasi penggalian.

"Dibayar Rp 1,5 juta buat dua orang. Jadi masing-masing Rp 750 ribu seorang," ungkapnya.

Diwartakan sebelumnya, masyarakat Kota Depok tengah dihebohkan dengan dugaan kasus penimbunan sembako bantuan presiden berupa minyak goreng, telur, beras, terigu.

Sembako sebanyak satu mobil kontainer ini ditemukan terkubur di kedalaman tiga meter, di Lapangan KSU, Sukmajaya, Kota Depok, pada Jumat (29/7/2022) lalu.

Kondisi terkini lokasi temuan sembako bantuan presiden ditimbun di tanah Lapangan KSU, Sukmajaya, Kota Depok, Minggu (8/1/2022). 
Kondisi terkini lokasi temuan sembako bantuan presiden ditimbun di tanah Lapangan KSU, Sukmajaya, Kota Depok, Minggu (8/1/2022).  (TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma)
Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved