Desakan Audit Pembangunan JIS Semakin Menguat, PKB: Jangan Main-main, Ini Soal Nyawa!
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Hasbiallah Ilyas minta agar dilakukan audit penyeluruh terhadap pembangunan Jakarta International Stadium (JIS).
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Hasbiallah Ilyas minta agar dilakukan audit penyeluruh terhadap pembangunan Jakarta International Stadium (JIS).
Bahkan, ia mengancam akan mengadu ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) soal proyek pembangunan stadion berkapasitas 82.000 penonton ini.
Hal ini disampaikan Hasbiallah dalam rapat kerja Komisi B bersama PT Jakarta Propertindo (Jakpro).
Dalam rapat tersebut, ia turut mengamini usulan pembentukan panitia khusus (pansus) untuk mendalami masalah JIS.
"Tolong pimpinan ini diadakan pansus, sata setuju dan yang kedua ada audit dengan tujuan tertentu, audit independen, kalau perlu kita adukan ke BPK," ucapnya dalam rapat kerja Komisi B bersama PT Jakarta Propertindo (Jakpro), Selasa (2/8/2022).
Baca juga: Keras! PKB Sebut JIS Stadion Kelas Tarkam Lantaran Pagar Penontonnya Roboh Saat Grand Launching
Insiden pagar roboh di tribun utara JIS saat grand launching belakangan memang jadi sorotan.
Ketua Fraksi PKB-PPP ini pun meminta Jakpro serius dalam menangani masalah ini.
Ia khawatir kejadian serupa bisa terjadi lagi di kemudian hari dengan jumlah korban yang banyak.
Apalagi, pembuatan stadion megah di utara Jakarta ini telah menelan anggaran hingga Rp 4 triliun lebih.
"Ini enggak main-main, ini soal nyawa, ini dana Rp 4 triliun, ini dua tahun ABPD di Wonosobo dihabiskan hanya untuk bikin stadion, sayang ini uang rakyat," ujarnya.

Beberkan Masalah JIS, Gerindra Usul DPRD DKI Bentuk PansusĀ
Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Ichwanul Muslimin mengusulkan pembentukan panitia khusus (pansus) untuk Jakarta International Stadium (JIS).
Pasalnya, stadion yang menjadi ikon baru ibu kota itu dinilai punya segudang masalah, mulai dari proses pembangunan hingga pengelolaan.
Hal ini disampaikan Ichwanul dalam rapat kerja Komisi B bersama PT Jakarta Propertindo (Jakpro).