Kasus Pelecehan Seksual Marak Terjadi di Transjakarta, Ternyata Korbannya Enggan Melapor

Dirut Transjakarta menyebut bila sejumlah korban pelecehan seksual yang terjadi enggan melapor. Padahal sejak tahun 2016, sudah banyak pelecehan.

Kolase TribunJakarta
Ilustrasi pelecehan di moda transportasi - Dirut Transjakarta menyebut bila sejumlah korban pelecehan seksual yang terjadi enggan melapor. Padahal sejak tahun 2016, sudah banyak pelecehan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Direktur Utama (Dirut) PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) Mochammad Yana Aditya mengungkap adanya sejumlah korban pelecehan seksual yang terjadi di Transjakarta enggan melapor.

Hal ini diungkapnya saat rapat kerja di Komisi B DPRD DKI Jakarta di Gedung DPRD DKI Jakarta.

"Kami sudah koordinasi dengan Polda Metro Jaya bagaimana kita bisa mensinkronkan karena apapun pelecehan seksualnya, kalau kita tidak bisa sampai menghukum," kata yana, Senin (1/8/2022).

"Sekarang sudah ada uu tpkst (Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS), itu seharusnya sudah cukup untuk melapis cuma tadi dari korbannya ini memang banyak sekali yang tidak mau melapor," tambahnya.

Padahal sejak tahun 2016, sudah banyak kasus pelecehan seksual terjadi di Transjakarta

Baca juga: Staf SMPN 6 Bekasi Diduga Lakukan Pelecehan, Murid dan Alumni Geruduk Sekolah, Polisi Turun Tangan

Sehingga pihaknya segera membuat upaya mitigasi, dimulai dari pencegahan, penindakan hingga tindak lanjut.

Sementara itu, Kepala Divisi Sekretaris Perusahaan Transjakarta, Anang Rizkani Noor mengatakan ada tiga upaya ini telah dijalankan pihak TransJakarta.

"Nah itu pencegahan, kita akan melakukan kampanye yang lebih gencar lagi. Penindakannya proses pelaporannya itu sudah kita integrasikan di dalam tim kami sehingga apabila yang melaporkan itu segera bisa ditindaklanjuti," lanjutnya.

Ilustrasi.
Ilustrasi. (Upi.com)

"Tindak lanjutnya itu tadi yang sudah didiskusikan karena memanh tidak semua yang mengalami itu, insiden itu mau melapor nah ini mengapa? karena ada yang tdk punya waktu, malu, dan sebagainya," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved