Cekcok Sama Tetangga, Rumah Petugas Pemandi Jenazah di Pulogadung Terhalang Tembok, Jalanan Ditutup

Akses rumah satu keluarga di Jalan Gading Raya Delapan, Pisangan Timur, Pulogadung, Jakarta Timur tertutup tembok yang dibangun tetangganya.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Septiana
ISTIMEWA
Celah antara rumah Asep dengan tembok yang dibangun tetangga di Jalan Gading Raya Delapan, Pisangan Timur, Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (3/8/2022) 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, PULOGADUNG - Akses rumah satu keluarga di Jalan Gading Raya Delapan, Pisangan Timur, Pulogadung, Jakarta Timur tertutup tembok yang dibangun tetangganya.

Tembok dengan tinggi sekitar 2,5 meter dan lebar 2 meter dibangun depan rumah Asep dan istrinya yang berprofesi sebagai pemandi jenazah.

Tembok yang dibangun tetangganya itu sudah didirikan sejak sekitar satu pekan lalu.

Anisa, anak Asep mengatakan pembangunan tembok oleh tetangganya tersebut berawal dari masalah selisih paham terkait parkir sepeda motor.

"Kata dia sih dia enggak suka karena bikin jalan dia sempit begitu. Padahal sih enggak sempit sebenarnya, masih bisa lewat," kata Anisa di Jakarta Timur, Rabu (3/8/2022).

Baca juga: Akses Jalan 300 KK di Cakung Tertutup Imbas Tembok Toko Roboh

Akibat tembok tersebut kini kedua orangtua Anisa harus keluar rumah melalui bagian atap lalu turun lewat rumah satu kerabat mereka.

Celah antara tembok dengan rumah yang terlampau kecil karena hanya berkisar 40 sentimeter tidak memungkinkan untuk dilalui tubuh orang dewasa.

Celah antara rumah Asep dengan tembok yang dibangun tetangga di Jalan Gading Raya Delapan, Pisangan Timur, Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (3/8/2022)
Celah antara rumah Asep dengan tembok yang dibangun tetangga di Jalan Gading Raya Delapan, Pisangan Timur, Pulogadung, Jakarta Timur, Rabu (3/8/2022) (ISTIMEWA)

"Aktivitas terganggu sekali, karena bapak saya kan suka malam-malam jam dua pagi kan suka ada panggilan, harus buru-buru. Jadi ya lewat atas, numpang sama saudara," ujarnya.

Anisa menuturkan antara keluarganya dengan pihak tetangga pembuat tembok sudah berupaya melakukan mediasi untuk menyelesaikan masalah.

Namun setelah lima kali proses mediasi dengan melibatkan pengurus RT/RW, dan Kelurahan belum ada titik temu penyelesaian masalah.

"Kita juga enggak hak jalanan dia kok, orang dia punya surat. Ya oke enggak masalah, cuman berbagi lah sedikit buat akses jalan kita keluar masuk," tuturnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved