Asosiasi Pusat Belanja Prediksi Tingkat Kunjungan Orang ke Mal Jadi Naik 80 % Tahun Ini

APPBI memprediksi jumlah kunjungan masyarakat ke Mal tahun ini membaik jika dibandingkan dua tahun sebelumnya. Kondisi ekonomi mulai membaik.

TribunJakarta/Pebby Ade Liana
APPBI memprediksi jumlah kunjungan masyarakat ke Mal tahun ini membaik jika dibandingkan dua tahun sebelumnya. Kondisi ekonomi mulai membaik. 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana


TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) memprediksi jumlah kunjungan masyarakat ke Mal tahun ini membaik jika dibandingkan dua tahun sebelumnya.

Ketua Umum DPP APPBI Alphonzus Wijaja menyebutkan, kondisi rata-rata jumlah kunjungan pusat belanja di Indonesia pada periode 2020 merosot tajam hanya sebesar 50 persen dari jumlah kunjungan normal.

Hal ini, diakibatkan dari dampak pandemi Covid-19. Dimana pusat belanja sempat ditutup, dan juga wajib menerapkan berbagai pembatasan yang ketat.

"Di tahun 2021, itu hanya sekitar 60 persen rata-rata nasional. Diperkirakan, di 2022 ini kami prediksi bisa sampai 70 hingga 80 persen. Paling tidak 80 persen bisa dicapai untuk rata-rata nasional," kata dia, Rabu (3/8/2022).

Optimisme tersebut, tumbuh seiring dengan kondisi Indonesia yang mulai membaik.

Baca juga: Libur Sekolah, Margo City Mall Hadirkan Wahana Bermain Ice Skating Hingga Agustus 2022

Berdasarkan data yang disebutkan oleh Ketua Tim Direktorat Bina Usaha Perdagangan Widiantoro, ekonomi Indonesia kembali bangkit setelah kuartal 4 tahun 2021 hingga saat ini.

Dikatakan, data BPS menunjukan penurunan pertumbuhan ekonomi mengalami minus dimulai pada kuartal 4 tahun 2020. Selanjutnya, ekonomi Indonesia mulai tumbuh positif pada kuartal 1 2021.

Planimals Exhibition di Summarecon Mall Bekasi, hadirkan pameran hewan peliharaan dan tanaman hias.
APPBI memprediksi jumlah kunjungan masyarakat ke Mal tahun ini membaik jika dibandingkan dua tahun sebelumnya. Kondisi ekonomi mulai membaik. (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)

"Meskipun pada kuartal 3 2021 sempat mengalami penurunan kembali seiring merebaknya Covid 19. Kemudian ekonomi Indonesia dapat kembali bangkit setelah kuartal 4 2021 sampai saat ini," ujar Widiantoro.

Menurut Alphonzus, peningkatan perekonomian tersebut tentunya harus didorong oleh banyak pihak.

Dalam hal ini, APPBI berperan dalam mendorong masyarakat agar bisa kembali kunjung ke pusat belanja.

Baca juga: Peringati Hari Bumi, AEON Mall Indonesia Salurkan Donasi Pakaian dan Buku Layak Pakai

Misalnya dari segi kesehatan, melalui penerapan protokol kesehatan ketat agar masyarakat bisa nyaman berbelanja di pusat belanja, hingga penyediaan layanan vaksinasi.

Sedangkan dari sisi ekonomi, APPBI juga turut berperan salah satunya dengan menggelar berbagai program khusus untuk meningkatkan jumlah kunjungan dan mendorong daya beli masyarakat.

"kita sudah memasuki semester 2 ini, di semester 2 ini penjualan juga bergerak naik. Kami perkirakan mungkin bisa mencapai sekitar 70 sampai 80 persen dibanding kondisi normal. Nah kegiatan-kegiatan ini akan terus berlanjut sampai nanti menyambut natal dan tahun baru,"

"Tapi paling tidak, Natal dan Tahun Baru mudah-mudahan kondisi pandemi tetap terkendali sehingga bisa kita adakan lagi acara-acara yang jauh lebih meriah dari sebelumnya," imbuhnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved