Sembako Bantuan Presiden Ditimbun

Fakta Terungkap, Tanah Lokasi Penemuan Sembako yang Dikubur di Depok Disewa untuk Operasional JNE 

Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Auliansyah Lubis menjelaskan status tanah yang menjadi lokasi dikuburnya beras bansos. JNE menyewa buat operasional

Penulis: Annas Furqon Hakim | Editor: Wahyu Septiana
TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Tim Satgas Pangan Polri mendatangi Lapangan KSU, Sukmajaya, Kota Depok, yang menjadi lokasi dugaan penimbunan sembako, Selasa (2/8/2022). Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Auliansyah Lubis menjelaskan status tanah yang menjadi lokasi dikuburnya beras bansos. JNE menyewa buat operasional 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Annas Furqon Hakim

TRIBUNJAKARTA.COM, KEBAYORAN BARU - Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirkrimsus) Polda Metro Jaya Kombes Auliansyah Lubis menjelaskan soal status tanah yang menjadi lokasi dikuburnya beras bantuan sosial (bansos).

Beras bansos ditemukan terkubur di sebuah lahan di kawasan Sukmajaya, Depok, Jawa Barat.

Auliansyah mengatakan, lahan tersebut disewa JNE sebagai operasional.

"Tanah yang bersama-sama kita kemarin ke TKP itu memang pemiliknya adalah seseorang, namun tanah itu disewa oleh pihak JNE untuk operasionalnya mereka. Jadi untuk parkir kendaraan-kendaraan mereka dan sebagainya," kata Auliansyah di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (4/8/2022).

Karena membayar sewa, lanjut Auliansyah, pihak JNE merasa berhak mengubur beras bansos yang sudah dalam kondisi rusak.

Baca juga: Terungkap Penyebab JNE Kubur 3,4 Ton Beras Bantuan Presiden di Depok

"Jadi untuk saat ini walaupun JNE menanam di situ karena dia merasa tanah ini adalah dia yang berhak untuk menggunakan tanah tersebut, karena mereka menyewanya pada seseorang," ujarnya.

Ia juga membeberkan penyebab rusaknya beras bansos yang dikubur di lahan di kawasan Sukmajaya, Depok.

Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Auliansyah Lubis saat memberikan keterangan di lokasi, Rabu (3/8/2022).
Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Auliansyah Lubis saat memberikan keterangan di lokasi, Rabu (3/8/2022). (TRIBUNJAKARTA.COM/DWI PUTRA KESUMA)

Auliansyah mengatakan, mulanya JNE selaku distributor ditugaskan mengirim beras bansos tersebut ke wilayah Depok.

Beras bansos itu diambil dari gudang di kawasan Jawa Timur.

Namun, dalam perjalanannya, beras yang hendak disalurkan itu terkena hujan.

"Jadi rusaknya beras ini karena pada saat diambil dari gudang di Jawa Timur, kemudian JNE itu membawa ke Depok karena wilayahnya di Jabodetabek, pada saat itu hujan," kata Auliansyah.

"Sehingga kendaraan yang mebawa beras tersebut mungkin tidak begitu tertutup, akhirnya beras itu terkena hujan," tambahnya.

Tumpukan paket sembako diduga bantuan presiden yang diduga ditimbun di Lapangan KSU, Sukmajaya, Kota Depok, Rabu (3/8/2022). Terkini perusahaan jasa ekspedisi JNE mengakui melakukan penimbunan sembako berupa beras di dalam tanah. 
Tumpukan paket sembako diduga bantuan presiden yang diduga ditimbun di Lapangan KSU, Sukmajaya, Kota Depok, Rabu (3/8/2022). Terkini perusahaan jasa ekspedisi JNE mengakui melakukan penimbunan sembako berupa beras di dalam tanah.  (TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma)

Alhasil, jelas Auliansyah, beras yang rusak tersebut dinyatakan tidak layak untuk didistribusikan kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved