Sembako Bantuan Presiden Ditimbun

Hotman Paris Buka-bukaan, Terungkap Ini Alasan JNE Kubur 3,4 Ton Beras di Depok, Singgung Banpres

Kuasa hukum PT JNE, Hotman Paris mengungkap alasan kliennya mengubur 3,4 ton beras bansos di lahan kosong wilayah Sukmajaya, Depok.

TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Kuasa hukum PT JNE, Hotman Paris, mendampingi kliennya dalam konferensi pers kasus temuan beras bantuan presiden dikubur, di Jetski Cafe, Jakarta Utara, Kamis (4/8/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, PENJARINGAN - Kuasa hukum PT JNE, Hotman Paris mengungkap alasan kliennya mengubur 3,4 ton beras bansos di lahan kosong wilayah Sukmajaya, Depok.

Menurut pengacara kondang itu, JNE sengaja mengubur beras yang sudah dalam kondisi rusak supaya tidak ada asumsi menyalahgunakan maupun menjual bantuan presiden.

Hotman menjelaskan, JNE pada awalnya ditunjuk menyalurkan 6.199 ton beras bansos presiden kepada 247.997 keluarga penerima manfaat di Depok.

Namun dalam proses penyaluran beras, ada 3,4 ton di antaranya yang sudah dalam kondisi rusak.

"Kalau secara presentase hanya 0,05 persen, kurang dari setengah persen yang rusak, yaitu 3,4 ton dari 6.199 ton," ungkap Hotman di Jetski Cafe, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (4/8/2022).

Baca juga: Jadi Pengacara JNE, Hotman Paris Kaget Kasus Penimbunan Beras Bantuan Presiden Dihentikan Polisi

Hotman menjelaskan, 3,4 ton beras yang rusak itu terdata pada bulan Mei 2020 dan disimpan di gudang JNE selama 1,5 tahun.

Dalam prosesnya, lanjut Hotman, beras tersebut membusuk sehingga JNE akhirnya memutuskan menguburkannya ke lahan kosong di Depok tersebut.

Konferensi pers JNE dan Hotman Paris di Jetski Cafe, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (4/8/2022).
Konferensi pers JNE dan Hotman Paris di Jetski Cafe, Penjaringan, Jakarta Utara, Kamis (4/8/2022). (TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO)

Keputusan membuang beras dengan cara menguburkannya untuk menghindari asumsi dan tuduhan-tuduhan miring dari masyarakat terkait penyaluran bansos.

"Cuma anda tau dong, semakin rusak, semakin busuk, akhirnya dicari inisiatif agar beras ini dibuang saja," katanya.

"Karena kalau diedarkan ke masyarakat takut nanti disalahgunakan, takut nanti dituduh menjual beras banpres. Akhirnya ada ide ya udah dikubur aja, kebetulan ada penjaga lahan yang setuju," jelas Hotman.

Sebelumnya, sembako sebanyak satu mobil kontainer ini ditemukan terkubur di kedalaman tiga meter, di Lapangan KSU, Sukmajaya, Kota Depok, pada Jumat (29/7/2022) lalu.

Warga yang menemukan dugaan penimbunan sembako ini, Rudi Samin, mengatakan bahwa penemuan sembako ini bermula ketika dirinya mendapat laporan dari salah seorang karyawan jasa pengiriman yang ada di sekitar lokasi kejadian.

Karyawan jasa pengiriman barang itu pun memberitahu Rudi bahwa ada penimbunan sembako di Lapangan KSU.

Tumpukan sembako beras yang diduga ditimbun di Lapangan KSU, Sukmajaya, Kota Depok, Rabu (3/8/2022).
Tumpukan sembako beras yang diduga ditimbun di Lapangan KSU, Sukmajaya, Kota Depok, Rabu (3/8/2022). (Dwi Putra Kesuma/TribunJakarta.com)
Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved