Jumlahnya Terus Bertambah, WNI Korban Penyekapan di Kamboja Kini Jadi Ratusan Orang

Kemenlu mencatat adanya penambahan jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang jadi korban penyekapan sebuah perusahaan judi online scam di Kamboja.

Penulis: Ega Alfreda | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/EGA ALFREDA
Direktur Perlindungan WNI pada Kemenlu, Judha Nugraha di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (5/8/2022) malam. Kemenlu mencatat adanya penambahan jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang jadi korban penyekapan sebuah perusahaan judi online scam di Kamboja. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) mencatat adanya penambahan jumlah warga negara Indonesia (WNI) yang jadi korban penyekapan sebuah perusahaan judi online scam di Kamboja.

Direktur Perlindungan WNI Kemenlu, Judha Nugraha mengatakan, sekarang total ada 129 pekerja imigran Indonesia (PMI) ilegal yang disekap di Kamboja.

Pada sebelumnya, dari data yang didapatkan TribunJakarta.com kemarin malam, Kamis (4/8/2022) ada 62 WNI yang disekap.

"Ya angkanya memang selalu bergerak, kalau teman-teman ikuti di angka awal itu ada 53, kemudian meningkat jadi 60, 68, ya terakhir ini 129 per Subuh tadi pagi," jelas Judha di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta, Jumat (5/8/2022) malam.

Sebagaimana diketahui, sebanyak 12 dari 62 Pekerja Imigran Indonesia (PMI) ilegal yang disekap di Kamboja telah berhasil dipulangkan ke Indonesia pada Jumat (5/8/2022) malam.

Baca juga: 12 dari 62 PMI Ilegal Korban Penyekapan di Kamboja Sudah Sampai di Indonesia

Ke-12 warga negara Indonesia (WNI) itu diterbangkan dari Phnom Penh, Kamboja menggunakan maskapai pelat merah, Garuda Indonesia.

Mereka akhirnya mendarat di Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta pada sekira pukul 19.40 WIB.

Ratusan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal korban perdagangan manusia di Malaysia akhirnya tiba di Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, Kamis (4/8/2022). 
ILUSTRASI - Ratusan Pekerja Migran Indonesia (PMI) ilegal korban penyekapan  (TribunJakarta.com/Ega Alfreda)

Dari pantauan TribunJakarta.com di lokasi, Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) menyembunyikan ke-12 WNI tersebut dari tangkapan kamera awak media.

Sehingga tidak ada satu pun PMI yang disekap itu terlihat sudah mendarat selamat di Indonesia.

Namun, Kemenlu dan KBRI Phnom Penh mengaku telah memulai proses pemulangan para WNI yang menjadi korban penipuan perusahaan judi online scam.

"Ini adalah tahap pertama pemulangan para korban penipuan online scam tersebut," kata Judha.

"Dan Insha Allah tahap selanjutnya akan segera kita lakukan, menyesuaikan dengan ketersediaan dari penerbangan," sambungnya.

Menurut dia, selama di Phnom Penh, para korban ditampung sementara di tempat yang disediakan oleh KBRI.

Mereka sambil dilakukan asesmen awal guna mengetahui kondisi fisik dan psikologis para korban.

Baca juga: Lepas 475 Calon PMI ke Korea Selatan, BP2MI Jamin Perlindungan dari Ujung Rambut Sampai Kaki

Serta informasi lainnya yang dapat dimanfaatkan bagi kepentingan penanganan rehabilitasi korban dan penegakkan hukum bagi perekrut.

"Daerah asalnya mereka berasal Sumatra Utara, Sumatra Barat, Sumatra Selatan, Kepulaun Riau, Jawa Timur, dan juga dari Sulwesai Selatan. Mayoritas perempuan yang di sana," papar Judha.

Ke-12 orang tersebut akan diinapkan di Rumah Perlindungan dan Trauma Center (RPTC) Kementerian Sosial RI guna penanganan selanjutnya.

Kementerian Luar Negeri juga berkoordinasi dengan Kepolisian RI untuk mendalami kasus ini, termasuk dugaan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Paska rehabilitasi di RPTC, ke-12 WNI tersebut akan dipulangkan ke daerah asal masing.

Sebelumnya, Kepolisian Kamboja bersama KBRI Phnom Penh kembali berhasil menyelamatkan tujuh orang WNI dari penyekapan Perusahaan Online Scammer di Sihanoukville, Kamboja (31/7/2022).

Keberhasilan tersebut menambah jumlah WNI yang dapat diselamatkan menjadi total 62 orang berdasarkan keterangan dari Kemenlu RI yang diterima di Jakarta.

Tambahan jumlah WNI tersebut berdasarkan pendalaman lebih lanjut dari Kepolisian Kamboja.

Sebelumnya, pada 30 Juli 2022, sebanyak 55 WNI berhasil dibebaskan Kepolisian Kamboja dan KBRI Phnom Penh.

Menurut rencana, ke-62 WNI tersebut akan dipindahkan KBRI Phnom Penh dari Sihanoukville menuju Phnom Penh pada 31 Juli 2022 malam hari waktu setempat.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved