Hingga Awal Agustus, 5.244 PMI Diberangkatkan Pemerintah untuk Bekerja di Korea Selatan

BP2MI kembali memberangkatkan PMI program antarpemerintah Indonesia-Korea Selatan, Senin (8/8/2022), di hotel kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

TRIBUNJAKARTA.COM/GERALD LEONARDO AGUSTINO
Kepala BP2MI Benny Ramdhani melepas ratusan PMI program Indonesia-Korea Selatan, Senin (8/8/2022), di Kelapa Gading, Jakarta Utara. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KELAPA GADING - Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) kembali memberangkatkan PMI program antarpemerintah Indonesia-Korea Selatan, Senin (8/8/2022), di hotel kawasan Kelapa Gading, Jakarta Utara.

Dalam pelepasan kesekian kalinya sejak 9 Desember 2021, hari ini diberangkatkan sebanyak 303 orang PMI ke Negeri Ginseng.

Kepala BP2MI Benny Ramdhani mengatakan, dengan jumlah tersebut, artinya sudah 5.244 pekerja migran yang dilepas pihaknya menuju ke Korea Selatan sejak tanggal itu.

"Keberangkatan hari ini ke Korea Selatan menandai sejak kita memberangkatkan pada 9 Desember 2021, berarti total 5.244 CPMI Korea sudah kita terbangkan," ucap Benny di lokasi.

Benny juga memerinci, jika digabung dengan skema orang per orang yang berangkat sendiri, total sudah ada sebanyak 84.569 yang berangkat ke luar negeri.

Baca juga: 12 dari 62 PMI Ilegal Korban Penyekapan di Kamboja Sudah Sampai di Indonesia

Ia menuturkan bahwa jumlah ini menunjukkan tren positif setelah melewati Covid-19 yang sempat mengganas tahun lalu.

"Padahal tahun 2021 karena Covid, satu tahun penempatan kita hanya 72.000. Artinya tanda-tanda baik, dan trennya positif," kata Benny.

Benny juga mengglorifikasi setiap pelepasan pemberangkatan para PMI Program G to G (government to government) Korea Selatan.

Menurutnya, ini merupakan cara untuk melawan penempatan PMI secara ilegal yang masih kerap kali terjadi.

Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Ramdhani saat menjemput ratusan PMI ilegal dari Malaysia yang dipulangkan ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (4/8/2022) malam.
Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Ramdhani saat menjemput ratusan PMI ilegal dari Malaysia yang dipulangkan ke Indonesia melalui Bandara Soekarno-Hatta, Kamis (4/8/2022) malam. (Ega Alfreda/TribunJakarta.com)

"Ini cara negara melakukan kampanye propaganda untuk melawan penempatan ilegal. Ini publikasi negara agar rakyat tahu mereka yang berangkat resmi, yang layak diperlakukan hormat oleh negara," ucapnya.

Diketahui pada pelepasan hari ini, sebanyak 154 PMI akan bekerja pada sektor manufaktur dan 149 PMI pada sektor perikanan.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved