Ajudan Jenderal Ferdy Sambo Ditembak

'Kering Air Mata Kami' Ucap Keluarga Brigadir J, Tepat Sebulan Insiden Berdarah di Rumah Ferdy Sambo

Hari ini tepat sebulan insiden tewasnya Brigadir J di rumah dinas Ferdy Sambo. Keluarga ungkap betapa pilunya lalui hidup tanpa Brigadir J.

Penulis: Siti Nawiroh | Editor: Yogi Jakarta
Facebook Roslin Emika
Keluarga ungkap betapa pilunya melewati sebulan setelah kematian Brigadir J. Sosok polisi asal Jambi itu tewas di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo, Jumat (8/7/2022) karena dibunuh. Foto kiri (kenangan Brigadir J saat berziarah ke makam opung). 

TRIBUNJAKARTA.COM - 'Kering sudah air mata kami,' tutur keluarga Brigadir J alias Brigadir Yosua.

Hari ini tepat sebulan insiden tewasnya Brigadir J di rumah dinas Kadiv Propam nonaktif Irjen Ferdy Sambo pada, Jumat (8/7/2022) lalu.

Tepat sebulan juga keluarga Brigadir J melewati cobaan yang berat dengan penuh air mata.

Perlahan mulai terungkap sosok pembunuh Brigadir J setelah dibongkar habis Bharada E.

Yang mulanya Brigadir J disebut tewas setelah tembak menembak dengan Bharada E, kini terbukti hal tersebut hanyalah kebohongan belaka.

Baca juga: Istri Ferdy Sambo Nangis, Keluarga Brigadir J Desak untuk Jujur Kiranya Bu Putri Lebih Transparan

Pun Bharada E sudah mengaku bukan kehendaknya untuk menembak Brigadir J sampai tewas.

Namun, ada sosok yang memerintahkannya untuk melakukan tindakan keji tersebut kepada polisi asal Jambi itu.

Saat ini, keluarga tengah menunggu datangnya keadilan atas kematian Brigadir J.

Bibi Brigadir J, Roslin Simanjuntak.
Bibi Brigadir J, Roslin Simanjuntak. (TribunJambi/Danang)

Sudah satu bulan lamanya, air mata keluarga terus mengalir meratapi nasib yang menimpa Brigadir J.

Sekaligus, keluarga masih sangat merasa kehilangan sosok polisi yang baik dan taat beragama itu.

"Tepat hari ini nakku tgl 8/7-8/8 kamu tewas ditangan orang sijahat
SATU BULAN sudah nakku," tulis Roslin Simanjuntak, bibi Brigadir J dikutip dari Facebook miliknya, Senin (8/8/2022).

Kamu tinggalkan kami dengan kepedihan yang luar biasa, air mata kering sudah anakku," sambungnya.

Roslin masih mengingat pertama kali mendengar kabar duka kematian keponakannya itu.

Rasanya saat itu, dikatakan Roslin, bak petir di siang bolong saking kagetnya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved