Cerita Kriminal

Santri Bunuh Santri di Tangerang, Keluarga Korban Tetap Lapor Polisi Meski Pelaku Masih 15 Tahun

Keluarga BD (15), santri tewas dianiaya temannya R (15) tetap melaporkan terduga pelaku ke Polresta Tangerang meski masih di bawah umur.

Kolase Foto TribunJakarta
Kolase Foto ilustrasi penganiayaan dan mayat. Keluarga BD (15), santri tewas dianiaya temannya R (15) tetap melaporkan terduga pelaku ke Polresta Tangerang meski masih di bawah umur. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Keluarga dari BD (15), santri yang meninggal karena dianiaya R (15) teman satu pesantrennya, tetap melaporkan terduga pelaku ke Polresta Tangerang atas perbuatannya.

Sebagaimana santer diberitakan, BD seorang santri di Pondok Pesantren Daarul Qolam, Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang tewas usai dianiaya R.

R merupakan teman satu pondoknya yang karena masalah sepele tega menganiaya BD hingga tewas pada Minggu (7/8/2022) pagi.

Kapolsek Cisoka, AKP Nur Rokhman mengatakan, keluarga BD tetap membawa kasus yang menimpa anaknya ini ke jalur hukum.

"Untuk keluarga korban sudah membuat laporan ya ke Polres (Polresta Tangerang)," ujar Nur kepada TribunJakarta.com, Senin (8/8/2022).

Baca juga: Kronologi Santri Tangerang Tewas Dianiaya Teman Berawal Kepentok Pintu: Korban Tak Muncul di Kelas

"Untuk keterangan lebih lanjut bisa ke penyidik Polres," sambungnya.

Jadi bila R sudah jadi tersangka, statusnya akan menjadi anak berhadapan hukum alias ABH.

Ilustrasi Penganiayaan
Ilustrasi Penganiayaan (TribunKaltim)

Karena, sampai saat ini, pelaku yang masih berumur di bawah 17 tahun tersebut masih dalam pemeriksaan polisi.

"Terduga pelaku ini teman satu angkatan, baru dijemput ke Polresta Tangerang pagi ini," sambung Nur.

Ia menjelaskan, kejadian berawal saat BD tengah mandi pagi di Pesantren Daarul Qolam.

Baca juga: Tragis, Seorang Santri di Kabupaten Tangerang Tewas Dianiaya Teman Sendiri

Usut punya usut, kejadian disebabkan karena permasalahan sepele.

"Gara-gara korban lagi mandi, pintu di dorong dan kepentok korban. Dari situ korban berteriak mencaci maki terduga pelaku," jelas Nur.

Tidak terima dihina, terduga pelaku ini langsung menghampiri korban dan terjadi aksi saling cekik mencekik antar keduanya.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved