Tak Kalah dari Luar Negeri, Gatam Institute Tangani Saraf Terjepit dengan Teknologi Endoscopi

Eka Hospital menghadirkan Pusat Ortopedi Gatam Institute Orthopedic and Spine untuk menangani pasien dengan berbagai masalah tulang belakang.

istimewa//dok.Eka Hospital
Baru-baru ini, Eka Hospital menghadirkan Pusat Ortopedi terpadu Bernama Gatam Institute Orthopedic and Spine. Pusat ortopedi dan tulang belakang terpadu Eka Hospital ini, kini hadir di Pekan Baru 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Pebby Adhe Liana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Dunia kesehatan terus mengalami perkembangan.

Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin canggih, berbagai jenis perawatan dan pengobatan pun terus bermunculan.

Baru-baru ini, Eka Hospital menghadirkan Pusat Ortopedi terpadu untuk menangani pasien dengan berbagai masalah tulang belakang.

Bernama Gatam Institute Orthopedic and Spine, pusat ortopedi dan tulang belakang terpadu Eka Hospital ini, kini hadir di Pekanbaru.

"Eka Hospital memiliki tanggung jawab untuk terus menghadirkan teknologi tercanggih guna membantu tangan-tangan ahli yaitu para dokter Gatam Institute dalam melakukan operasi," kata Direktur Regional Eka Hospital Pekanbaru, Elizabeth dalam keterangan persnya yang dikutip TribunJakarta.com, Senin (8/7/2022).

Baca juga: Ternyata Penyakit Saraf Terjepit Tak Hanya Menyerang Lansia, Simak Penjelasannya

"Kolaborasi kecanggihan teknologi kedokteran dan keahlian tim dokter ortopedi Gatam Institute Eka Hospital diharapkan akan membawa tindakan operasi tulang belakang di Indonesia ke era baru dan tentunya tidak kalah dengan perkembangan dunia kedokteran di luar negeri," tambahnya.

Sementara itu dijelaskan oleh dr Luthfi Gatam, salah satu kecanggihan teknologi yang dimiliki oleh Gatam Institute ialah dengan penanganan Hernia Nukleus Pulposus (HNP) menggunakan teknik endoscopy.

Seperti diketahui HNP yang dikenal dengan istilah saraf terjepit adalah kondisi ketika bantalan ruas tulang belakang bergeser dan menekan saraf tulang belakang.

“Prosedur ini merupakan operasi minimal invasive dimana pembedahan hanya melalui sayatan kecil. Alat tersebut kemudian dihubungkan dengan kamera, sehingga kondisi bantalan dan saraf dapat dilihat oleh dokter melalui monitor," ungkap Luthfi Gatam.

Baca juga: Mencoba Terapi Tusuk Jarum Ko Amuk di Pulogadung, Saraf Kejepit 8 Tahun Sembuh Cuma Sekali Datang

Lewat kolaborasi tersebut, Eka Hospital mengklaim bahwa dirinya menjadi pusat ortopedi tercanggih di Asia Tenggara mewakili Indonesia.

Hal tersebut didukung oleh PERKEDWI, Kemenkes dan Kemenparekraf yang menetapkan Eka Hospital sebagai rumah sakit percontohan wisata medis untuk bidang orthopedi dan tulang belakang.

Diketahui, saat ini Eka Hospital Pekanbaru juga menjadi official medical partner bagi klub sepak bola PSPS Riau atau Persatuan Sepak Bola Pekanbaru dan Sekitarnya, mengikuti jejak Eka Hospital BSD yang lebih dulu menjadi official medical partner untuk Persija Jakarta.

“Kehadiran Gatam Institute di Eka Hospital Grup diharapkan menjadi pusat penanganan kasus-kasus berat untuk bidang ortopedi,"

"dan bukan tidak mungkin dapat menjadi tempat pembelajaran bagi dokter-dokter ortopedi diseluruh Indonesia. Layanan ortopedi Gatam Institute ini hadir di seluruh jaringan rumah sakit kami baik di BSD City, Bekasi, Cibubur dan Pekanbaru," kata Rina Setiawati selaku Chief Operating Officer (COO) Eka Hospital Grup.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved