Jakarta Terancam Tenggelam, Wagub Ariza Beberkan Upaya Pemprov DKI Jakarta

Menurutnya, dengan berpindahnya ibu kota ke Kalimantan Timur, maka turut berpengaruh terhadap penggunaan air tanah di Jakarta.

Kompas/Priyombodo
Pekerja membangun tanggul laut di pesisir Muara Baru, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (30/11). Tanggul laut yang dibangun oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta itu untuk meminimalisir banjir rob yang terus meluas akibat penurunan muka tanah serta peningkatan muka air laut. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria ungkap sederet upaya yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta untuk cegah Jakarta tenggelam.

Diketahui, pembahasan mengenai Jakarta tenggelam kembali mencuat.

Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin sempat mengungkapkan prediksi 90 persen wilayah Jakarta di tahun 2050 mendatang bakal tenggelam imbas penggunaan air tanah, terutama wilayah utara Jakarta.

Oleh sebab itu, berbagai upaya pun telah dilakukan dan dibeberkan oleh Ahmad Riza Patria.

"Ya itu kan berbagai upaya dilakukan. Pemerintah pusat sendiri, salah satu tujuannya memindahkan ibukota dari Jakarta ke Kalimantan Timur, di antaranya adalah mengurangi beban DKI Jakarta, termasuk beban adanya penurunan muka air tanah. Itu yang pertama," ujarnya di Balai Kota DKI, Selasa (9/8/2022).

Kedua, Pemprov DKI Jakarta tengah meminimalisir penggunaan air tanah melalui PAM Jaya, dengan menargetkan pada tahun 2030 mendatang bisa melayani 100 persen cakupan air bersih warga Jakarta.

Menurutnya, dengan berpindahnya ibu kota ke Kalimantan Timur, maka turut berpengaruh terhadap penggunaan air tanah di Jakarta.

"Perkantoran pusat kan berpindah, perkantoran pusat kan membutuhkan air yang tidak sedikit selama ini. Warga yang selama ini tinggal di dki jakarta yang PNS yang berkantor di jakarta selama ini, tinggal di jakarta, tentu punya pengaruh yang cukup baik," jelasnya.

Baca juga: Larangan Penggunaan Air Tanah Karena Jakarta Terancam Tenggelam, Pemprov DKI: Tidak Pantas

Diwartakan sebelumnya, Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin mengungkapkan prediksi 90 persen wilayah Jakarta di tahun 2050 mendatang bakal tenggelam imbas penggunaan air tanah.

Pasalnya, penggunaan air tanah di ibu kota masih sangat besar dan menjadi tantangan tersendiri untuk pihaknya.

"Kemudian ada beberapa isu yang juga menjadi salah satu juga menjadi bagian dari tantangan PAM Jaya di mana penurunan atas muka dari tanah itu sendiri dilansir oleh BBC, di mana Jakarta yang kemudian saat ini akan bisa tenggelam dalam waktu yang tidak lama lagi. Ketika memang ini terus berlangsung dan prediksinya di tahun 2050 diprediksikan 90 persen dari wilayah Jakarta terutama di bagian utara itu akan bisa juga kemudian tenggelam," ujarnya dalam acara konsultasi publik rencana kerja sama pengembangan SPAM di Provinsi DKI Jakarta, Senin (8/8/2022).

Dihubungi terpisah, Asisten Pembangunan dan Lingkungan Hidup, Afan Adriansyah mengungkapkan ada berbagai upaya yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta untuk mencegah hal ini.

"Strategi yang ditempuh oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sesuai RPJMD 2017-2022, yakni pembangunan tanggul pantai di pesisir Jakarta, kolaborasi dengan Kementerian PUPR. Saat ini telah terbangun tanggul pantai antara lain di Kamal Muara, Muara Baru, Cilincing, dan lain-lain," ungkapnya.

Baca juga: Buntut Polemik Penjenamaan Rumah Sehat untuk Jakarta, DPRD DKI Bakal Panggil Dinkes

Tak hanya itu, untuk meminimalisir penggunaan air tanah, PAM Jaya menargetkan pada tahun 2030 mendatang bisa melayani 100 persen cakupan air bersih warga Jakarta.

"Perluasan coverage air minum hingga mencapai 100 persen pada tahun 2030, antara lain melalui : pengurangan Non Revenue Water (NRW), pembangunan SPAM Regional maupun SPAM dalam lingkup internal DKI Jakarta, antara lain di Kali Pesanggrahan, Ciliwung, dan lain-lain, yang sudah dibangun adalah IPA Hutan Kota berkapasitas 500 lps dengan area layanan pada area pesisir sisi barat," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved