Polisi Bakal Periksa Pondok Pesantren di Kabupaten Tangerang Buntut Santri Bunuh Santri

Polresta Tangerang bakal memeriksa pengurus Pondok Pesantren Daarul Qolam buntut santri bunuh santri di Kabupaten Tangerang.

ISTIMEWA
Polresta Tangerang bakal memeriksa pengurus Pondok Pesantren Daarul Qolam buntut santri bunuh santri di Kabupaten Tangerang. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Ega Alfreda

TRIBUNJAKARTA.COM, TANGERANG - Dalam waktu dekat, Polresta Tangerang bakal memeriksa pengurus Pondok Pesantren Daarul Qolam di Kecamatan Jayanti, Kabupaten Tangerang.

Diketahui, di pesantren tersebut terdapat kejadian kelam dimana, R (15) seorang santri di sana tega menganiaya temannya, BD (15) sampai tewas.

Peristiwa penganiayaan tersebut dilakoni R pada Minggu (7/8/2022) pagi.

Kasat Reskrim Polresta Tangerang, Kompol Zamrul Aini menegaskan, pihaknya sudah memerika enam saksi dari petaka itu.

"Dari pondok pesantren juga kita akan mintai keterangan terkait kejadian," jelas Zamrul kepada wartawan, Selasa (9/8/2022).

Baca juga: Santri Aniaya Teman Pesantrennya Sampai Tewas, Kini Ditahan di Sel Khusus Anak Polresta Tangerang

Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui tingkat keamanan, pola asus, dan skema pengawasan para santrinya.

Dia juga belum dapat memastikan apakah ada unsur kelalaian dari pihak pondok pesantren.

"Belum sampai sana (kelalaian), ini masih berproses. Mungkin besok akan kami minta keterangan dari pengurus pondok pesantren," papar Zamrul.

Kolase Foto ilustrasi penganiayaan dan mayat.
Kolase Foto ilustrasi penganiayaan dan mayat. (Kolase Foto TribunJakarta)

Polresta Tangerang juga telah menetapkan R (15) sebagai tersangka atau anak berhadapan hukum (ABH) karena telah membunuh BD (15).

Zamrul menerangkan, setelah dilakukannya olah TKP dan pemeriksaan enam saksi, R ditetapkan sebagai tersangka atau ABH.

"Kami menetapkan R sebagai anak pelaku. Dimana R sempat berkelahi dengan korban pada Minggu (7/8/2022) hingga menyebabkan korban meninggal dunia," kata Zamrul.

R dijerat Pasal 80 ayat (3) yang menyebabkan korban meninggal dunia, dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Sebab, di badan BD, petugas menemukan sejumlah luka lebam.

Baca juga: Santri Bunuh Santri di Tangerang, Keluarga Korban Tetap Lapor Polisi Meski Pelaku Masih 15 Tahun

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved