Sepekan Bulan Imunisasi Anak Nasional, Capaian Vaksin Campak Rubela di DKI Baru Capai 6,83 Persen

Sepekan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN), capaian vaksin campak rubela bagi anak usia 9 sampai 59 bulan baru capai 6,83 persen.

Dok. Kelurahan Sukapura
Puskesmas Kelurahan Sukapura, Cilincing, Jakarta Utara, menggelar imunisasi massal bagi bayi dan balita secara gratis, Selasa (27/4/2021), dalam rangkaian acara Pekan Imunisasi Dunia 2021. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Sepekan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN), capaian vaksin campak rubela bagi anak usia 9 sampai 59 bulan baru capai 6,83 persen atau 48.904 hingga 8 Agustus 2022 kemarin.

Padahal, jumlah target sasaran vaksin campak rubela yang ditetapkan sebanyak 715.786 anak.

Kepala Seksi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ngabila Salama mengatakan, rata-rata baru 7.000 anak yang mendapat vaksin campak rubela per harinya.

Ribuan anak ini divaksin di sejumlah fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit, posyandu, hingga pos vaksinasi.

"Selama Agustus ini, layanan imunisasi anak buka 24 jam setiap hari di 44 puskesmas kecamatan yang ada di Jakarta," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (9/8/2022).

Baca juga: Cakupan Imunisasi Bagi Anak Kian Turun Sejak Pandemi, Anies Baswedan Bicara ke Emak-Emak

Bagi warga yang ingin mendapatkan layanan tersebut bisa langsung datang ke lokasi tersebut tanpa harus mendaftar.

"Semua anak, baik WNA maupun WNI, ada NIK atau belum punya NIK bisa diimunisasi di Jakarta," ucapnya.

Selain di fasilitas kesehatan yang ada di ibu kota, vaksin campak rubela juga tersedia di sentra vaksinasi yang ada di Balai Kota Jakarta, Taman Lapangan Banteng, Jakarta Islamic Center Koja, dan Mal Daan Mogot Kalideres.

Kemudian juga tersedia di Mal Ciputra Grogol Petamburan, RPTRA Asoka Jati Padang, Taman Kelinci Bambu Apus, dan Kantor Wali Kota Jakarta Timur.

Khusus untuk di lokasi-lokasi tersebut, masyarakat bisa mendaftar lebih dulu lewat aplikasi JAKI (Jakarta Kini).

"ami juga mengajak orang tua yang sudah menyuntikan tambahan campak rubela untuk anak agar dapat mendokumentasikan dalam bentuk sertifikat di laman atau link https://linktr.ee/sertifikatbian2022," kata Ngabila.

Dengan mengadakan Bian diharapkan bisa mencegah terjadinya Kejadian Luar Biasa Penyakit-Penyakit yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (KLB PD3I).

Terlebih selama pandemi Covid-19 terjadi penurunan cakupan imunisasi pada anak yang sangat signifikan.

Sebagai informasi, Pemprov DKI memiliki sasaran balita usia 9 sampai 59 bulan dengan imunisasi tambahan campak rubela tanpa memandang status imunisasi. 

Selain itu imunisasi kejar bagi yang belum lengkap imunisasi polio oral sebanyak empat kali, polio suntik sebanyak satu kali, dan DPT-Hb-Hib (pentabio) sebanyak tiga kali.

“Manfaat BIAN dapat mencegah kesakitan dan kecacatan akibat campak, rubela, polio, difteri, pertusis (batu rejan), hepatitis B, pneumonia (radang paru) dan meningitis (radang selaput otak),” tuturnya

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved