Antisipasi Virus Corona di DKI

Zona Merah Covid-19 di Jakarta Bertambah Jadi 28 RT, Wagub Ariza Kejar 100 Persen Vaksin Booster

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria bereaksi soal semakin banyaknya zona merah Covid-19 di ibu kota sepekan terakhir ini.

Kolase Foto TribunJakarta
Kolase Foto Wagub DKI Jakarta Ahmad Riza Patria dan Ilustrasi Corona - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria bereaksi soal semakin banyaknya zona merah Covid-19 di ibu kota sepekan terakhir ini. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria bereaksi soal semakin banyaknya zona merah Covid-19 di ibu kota sepekan terakhir ini.

Wagub Ariza pun mengklaim beragam upaya sudah dilakukan Pemprov DKI demi menekan angka penularan Covid-19.

"Berbagai upaya telah dibuat oleh pemerintah pusat dan satgas Covid-19 DKI, seperti wajib masker, penggunaan aplikasi PeduliLindungi, dan yang tidak kalah penting adalah program vaksin," ucapnya di Balai Kota, Selasa (9/8/2022).

Orang nomor dua di Jakarta ini menyebut, Pemprov DKI kini terus menggencarkan vaksinasi Covid-19 dosis ketiga atau booster.

Pasalnya, capaian vaksinasi booster di DKI kini baru menjangkau 4.671.641 orang.

Baca juga: Santainya Dinkes atas Kasus Covid-19 di Jakarta Tertinggi di Indonesia: Nanti Turun Bertahap

Padahal, sebanyak 10.770.045 orang telah mendapat vaksinasi Covid-19 dosis kedua di ibu kota.

"DKI Jakarta akan terus menggencarkan vaksin ketiga atau booster bisa mencapai 100 persen," ujarnya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (28/7/2022).
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria ditemui di Balai Kota DKI Jakarta, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (28/7/2022). (TribunJakarta.com/Dionisius Arya Bima Suci)

Oleh karena itu, ia mengajak seluruh warga Jakarta yang belum divaksin untuk segera mendatangi sentra-sentra vaksinasi.

"Semua pihak, termasuk masyarakat dan warga Jakarta, ayo kita ajak keluarga kita, terlebih orang tua kita yang sudah lansia untuk mendapatkan vaksin," kata Ariza.

Tak hanya itu, Ariza juga turut mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan.

Terlebih banyak pelonggaran aktivitas masyarakat yang diterapkan selama masa PPKM Level 1.

"Sekalipun memang angka kematian tidak meningkat, namun kita tetap waspada dan jangan dianggap enteng, jangan dianggap remeh, karena masih ada dampak dari peningkatan Covid-19," tuturnya.

Baca juga: Covid-19 Mengganas: 28 RT Masuk Zona Merah, Terbanyak di Jakbar dan Jakut

Sebelumnya, jumlah zona merah penyebaran Covid-19 di DKI Jakarta terus bertambah, pada periode 1 Agustus hingga 7 Agustus 2022 total ada 28 RT yang masuk wilayah pengendalian ketat (WPK).

Halaman
1234
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved