Contohkan Singapura, PKB Nilai Jarak Antarmoda Transportasi Tak Bisa Diselesaikan Era Anies Baswedan

Politikus PKB Hasbiallah Ilyas mengkritik jarak antarmoda transportasi di Jakarta yang masih jauh. Ia menilai masalah ini tak bisa diselesaikan Anies.

Kolase Foto TribunJakarta
Kolase Foto Halte dan Bus Transjakarta. Politikus PKB Hasbiallah Ilyas mengkritik jarak antarmoda transportasi di Jakarta yang masih jauh. Ia menilai masalah ini tak bisa diselesaikan Anies. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Anggota Komisi B DPRD DKI dari Fraksi PKB-PPP Hasbiallah Ilyas mengkritik jarak antarmoda transportasi di Jakarta yang masih jauh.

Pasalnya, penetapan tarif integrasi transportasi umum untuk Transjakarta, MRT dan LRT menjadi Rp 10 ribu telah diberlakukan hari ini oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Iya, kita juga minta Gambir, ke depannya juga ke Gambir, ke Stasiun, ke perkantoran sampai ke Sudirman tuh harus bisa semuanya karena kan macet itu di Sudirman, Kuningan, Rasuna Said. Nah ini permasalahannya gini, masyarakat ini masyarakat Jakarta ini jalannya agak jauh. (jarak antar moda)," ujarnya saat dihubungi, Kamis (11/8/2022).

Ia pun membandingkan jarak antarmoda transportasi di negara lain, seperti di Singapura.

Sayangnya, permasalahan ini belum tentu terselesaikan dalam waktu dekat.

Baca juga: Tarif Integrasi Transjakarta, MRT dan LRT Sudah Diberlakukan, PKB Minta Anies Gencarkan Sosialisas

"Jalan kakinya gitu, tidak langsung. Kalau di Singapura kan kita turun sampai. Itu harusnya diperpendek. Memang jangka panjang, gak bisa terselesaikan di gubernur ini pun," katanya..

Selain itu, Hasbiallah Ilyas juga meminta Pemprov DKI Jakarta fokus menggencarkan sosialisasi penggunaan angkutan umum.

Pernyataan ini menyusul penetapan tarif integrasi transportasi umum untuk Transjakarta, MRT dan LRT menjadi Rp 10 ribu yang diberlakukan hari ini oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Kolase Foto LRT, Transjakarta dan MRT.
Kolase Foto LRT, Transjakarta dan MRT. (Kolase Foto TribunJakarta)

"Nah iya, usulan kita itu usulan dari mana supaya mempromosikan. Mempromosikan itu harus dioptimalkan. Mempromosikan supaya bagaimana masyarakat itu sadar, mau naik moda transportasi dari Pemda ini," ucapnya saat dihubungi, Kamis (11/8/2022).

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved