Kejaksaan Jebloskan Bendahara Damkar Depok ke Tahanan, Modus Potong Upah Honorer Buat Bayar BPJS

Bendahara Dinas Damkar Kota Depok dijebloskan ke tahanan oleh Kejaksaan Negeri Depok. Ia jadi tersangka kasus korupsi pemotongan upah. Ini modusnya.

Kejari Depok
Penahanan tersangka A di Kejari Depok. Bendahara Dinas Damkar Kota Depok dijebloskan ke tahanan oleh Kejaksaan Negeri Depok. Ia jadi tersangka kasus korupsi pemotongan upah. Ini modusnya. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, CILODONG - Kasus korupsi pemotongan upah atau honor di Dinas Pemadam Kebakaran Kota Depok masih terus berlanjut.

Terkini, adalah ASN yang menjabat sebagai Bendahara Pengeluaran Pembantu berinisial A di Dinas Damkar Kota Depok yang ditetapkan sebagai tersangka dan telah ditahan oleh Kejaksaan Negeri Depok.

"Rabu kemarin melakukan penahanan terhadap tersangka berinisial A yang merupakan ASN yang menjabat sebagai Bendahara Pengeluaran Pembantu pada Dinas Damkar Kota Depok sejak tahun 2016-2020," jelas Kasie Intel Kejari Depok, Andi Rio Rahmat dalam keterangan resmi, Kamis (11/8/2022).

Andi mengatakan, tersangka A ditahan sejak tanggal 10 hingga 29 Agustus 2022 mendatang.

Hasil pemeriksaan, A mengatakan bahwa pemotongan honor atau upah tersebut dilakukan untuk pembayaran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan.

Baca juga: Jaksa Penyidik Dalami Kasus Korupsi Pemotongan Upah Dinas Damkar Depok, Bakal Ada Tersangka Baru?

"Alasan kepada tenaga honorer pemotongan upah tersebut digunakan untuk pembayaran dana BPJS Kesehatan dan dana BPJS Ketenagakerjaan," tuturnya.

"Selanjutnya terhadap tersangka disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1), Pasal 3, Pasal 8 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi," pungkasnya.

Seragam Dinas Pemadam Kebakaran ( Damkar) dan Penyelamatan Kota Depok yang dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Depok sebagai alat bukti dugaan tindak pidana korupsi.
Seragam Dinas Pemadam Kebakaran ( Damkar) dan Penyelamatan Kota Depok yang dilaporkan ke Kejaksaan Negeri Depok sebagai alat bukti dugaan tindak pidana korupsi. (Istimewa via Kompas.com)

Diketahui, Kejaksaan Negeri Depok telah menetapkan tersangka kasus korupsi pemotongan upah di Dinas Damkar Kota Depok.

Seseorang yang telah ditetapkan tersangka berinisial A, dan berstatus sebagai bendahara pengeluaran pembantu di Dinas Damkar Kota Depok saat kasus itu bergulir.

Baca juga: Kasus Korupsi Pemotongan Upah di Dinas Damkar Depok, Jaksa Panggil 14 Saksi

Jaksa penyidik telah kembali memanggil 14 saksi untuk mendalami kasus tersebut.

"Penyidik Kejaksaan Negeri Depok kembali melakukan pemanggilan terhadap 14 orang saksi dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi," kata Kepala Seksi Intelijen Kejaksaan Negeri Depok, Andi Rio, dalam keterangan resminya, Selasa (14/6/2022).

Andi mengatakan, dalam pengembangan ini, pihaknya tidak menutup kemungkinan akan ada penetapan tersangka yang lainnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved