Breaking News:

DPRD Kritik Jarak Antarmoda Transportasi di Jakarta Masih Jauh, Anak Buah Anies Baswedan Buka Suara

Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo angkat bicara soal kritikan DPRD DKI Jakarta mengenai jarak antarmoda transportasi di ibukota yang jauh.

Kolase Foto TribunJakarta
Kolase Foto Transjakarta dan Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo. Kadishub DKI Jakarta Syafrin Liputo angkat bicara soal kritikan DPRD DKI Jakarta mengenai jarak antarmoda transportasi di ibukota yang jauh. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Kepala Dinas Perhubungan Syafrin Liputo menanggapi kritikan dari DPRD DKI Jakarta soal jarak antarmoda transportasi di Jakarta yang jauh.

Anak buah Gubernur Anies iBaswedan ini tak menampik perihal kritikan tersebut.

Ia mengatakan bakal melakukan pengembangan untuk mengatasi permasalahan ini. Terlebih, tarif integrasi antarmoda transportasi umum telah diberlakukan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

"Tentu pengembangan kita ke depan untuk seluruh stasiun MRT bahkan LRT ini akan integrasi secara utuh baik ditinjau dari prasarana, layanan termasuk sistem pembayaran atau ticketing sistemnya nanti," ujarnya, Kamis (12/8/2022).

Menurutnya, sameless area juga bakal hadir di dua halte Transjakarta, yakni di Halte TJ CSW dan Halte TJ Bundaran Hotel Indonesia (HI).

Baca juga: Dukung Kebijakan Anies Baswedan, Harapan PSI Tarif Integrasi Dorong Warga Gunakan Transportasi Umum

Kehadiran seamless area ini bakal mempermudah pengguna tarif integrasi transportasi umum Transjakarta, MRT dan LRT yang menjadi Rp10 ribu.

Di mana, para penggunanya tak perlu melakukan tap out ketika melintas di dua halte tersebut.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mulai memberlakukan peraturan penerapan besaran tarif integrasi layanan angkutan umum massal yakni Transjakarta, MRT, dan LRT, hanya Rp10.000.
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mulai memberlakukan peraturan penerapan besaran tarif integrasi layanan angkutan umum massal yakni Transjakarta, MRT, dan LRT, hanya Rp10.000. (Kolase TribunJakarta.com)

"Sebelumnya kan tidak ada yang memikirkan integrasi secara utuh. Contoh paling aktual antara koridor 13 di Halte CSW dengan stasiun Asean MRT. Itu sama-sama yang dibangun oleh DKI tetapi tidak dipikirkan integrasi yang smooth orang turun dari TJ itu tidak langsung bisa menjangkau stasiun MRT tapi dia harus turun dulu ke jalan baru naik MRT. Nah kemudian pak gubernur menginstruksikan lakukan prinsip truly integration dr sisi prasarana, sarana termasuk sistem pembayaran. Nah itu yang dilakukan sekarang," lanjutnya.

Diwartakan sebelumnya, anggota Komisi B DPRD DKI dari Fraksi PKB-PPP Hasbiallah Ilyas kritik jarak antarmoda transportasi di Jakarta yang masih jauh.

Baca juga: Tarif Integrasi Transportasi Berlaku Hari Ini, Satu Uang Elektronik Cuma Bisa untuk Satu Penumpang

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved