Pagar Tribun JIS Roboh

Usung Anies Baswedan Tapi Malah Usul Bentuk Pansus JIS, Syarif Gerindra: Kritis Kan Boleh

Politikus Gerindra mengusulkan pembentukan Pansus JIS usai insiden pagar roboh. Padahal Gerindra yang mengusung Anies Baswedan di Pilkada DKI.

Kolase Foto Tribun Jakarta
Kolase Foto insiden pagar tribun JIS roboh. Politikus Gerindra mengusulkan pembentukan Pansus JIS usai insiden pagar roboh. Padahal Gerindra yang mengusung Anies Baswedan di Pilkada DKI. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci


TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Usulan sejumlah politikus Partai Gerindra untuk membentuk panitia khusus (Pansus) Jakarta International Stadium (JIS) setelah insiden robohnya pagar pembatas penonton di tribun utara menimbulkan tanda tanya besar.

Adalun usulan tersebut disampaikan oleh Ichwanul Muslimin, Wahyu Dewanto, dan Adi Kurnia Setiada dalam rapat komisi B yang digelar beberapa waktu lalu.

Dalam rapat tersebut, bahkan Ichwanul mengaku malu dengan insiden yang terjadi saat grand launching JIS tersebut.

Pernyataan legislator Gerindra ini pun sempat membuat geger lantaran partai berlambang burung garuda itu merupakan salah satu parpol pendukung Gubernur Anies Baswedan saat Pilkada DKI 2017 silam.

Gerindra pun selama ini selalu getol memberikan dukungan dalam setiap kebijakan yang diambil Gubernur Anies Baswedan.

Baca juga: Anies Baswedan Disebut Belum Bayar Biaya Dasawisma, PSI: Undang ke JIS Bisa, Bayar Enggak Bisa

Anggota DPRD DKI dari Fraksi Gerindra Syarif pun memberi klarifikasi.

Ia menyebut, ketiga rekannya itu hanya menjalankan fungsi legislatif sebagai lembaga yang mengawasi kinerja Pemprov DKI.

"Kalau bersikap kritis kan boleh, boleh untuk kebaikan masyarakat, untuk kepentingan masyarakat. Siapapun gubernurnya yang diusung kan boleh kritis," ucapnya saat dikonfirmasi, Jumat (12/8/2022).

Baca juga: PKS Pasang Badan Bela Jakpro Soal Robohnya Pagar JIS, Tanggung Jawab Pemborong: Masih Ada Garansi

Walau demikian, ia menyebut Fraksi Gerindra belum mengambil sikap terkait wacana pembentukan Pansus JIS ini.

Sebelum mementukan sikap, Fraksi Gerindra akan lebih dulu membahasnya dalam rapat internal.

"Kami bersikap menunggu, wait and see saja karena dalam memutuskan soal pansus itu ada rapat sendiri. Kalau sekarang dibicarakan aja belum," ujarnya.

Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Gerindra, Syarif, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (5/9/2019).
Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Gerindra, Syarif, di Gedung DPRD DKI Jakarta, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Kamis (5/9/2019). (KOMPAS.COM/RYANA ARYADITA UMASUGI)

Oleh karena itu, ia menyebut usulan pembentukan Pansus JIS itu merupakan usulan pribadi.

Wakil Ketua DPD Gerindra DKI ini pun mengapresiasi sikap kritis yang ditunjukan ketiga rekannya itu.

"Itu kan pendapat anggota, belum menjadi keputusan kelembagaan, belum menjadi pendapat resmi," kata Syarif.

"Tetapi sikap kritis enggak boleh luntur. Jadi, ada dinamika dari teman-teman Gerindra di Komisi B itu bagus, tidak dilarang," sambungnya.

Syarif pun menegaskan komitmen Gerindra untuk tetap mendukung Gubernur Anies Baswedan hingga masa jabatannya berakhir pada 16 Oktober 2022 mendatang.

"Ya kami tetap menudung (Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan) sampai masa jabatannya berakhir," tuturnya.

Usulan Pansus JIS

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta Ichwanul Muslimin mengusulkan pembentukan panitia khusus (pansus) untuk Jakarta International Stadium (JIS).

Pasalnya, stadion yang menjadi ikon baru ibu kota itu dinilai punya segudang masalah, mulai dari proses pembangunan hingga pengelolaan.

Hal ini disampaikan Ichwanul dalam rapat kerja Komisi B bersama PT Jakarta Propertindo (Jakpro).

Dalam rapat tersebut, ia menyoroti robohnya pagar pembatas penonton saat acara grand launching JIS.

Ia pun turut mencecar dan mempertanyakan peran Jakpro selaku pemilik dalam mengawasi kontraktor.

"Dengan anggaran luar biasa besar, Rp4 triliun lebih. Dengan mata telanjang juga sudah bisa lihat. Kemudian pada saat pengerjaan, Jakpro itu kalian di mana? Monitor enggak terhadap vendornya? Konsultan, kontraktor itu dimonitor?" ucapnya, Selasa (2/8/2022).

Tak hanya itu, ia pun mengaku mendapat laporan soal akses bagi pemain untuk masuk stadion.

Pasalnya, saat soft launching tak ada akses khusus bagi pemain untuk masuk ke dalam stadion berkapasitas 82.000 penonton ini.

"Kan ngaco bus pemain ga bisa masuk sampai atas, jadi atlet harus masuk di pintu atau jalur yang sama dengan penonton atau VIP," kata dia.

Selain itu, politikus Gerindra ini juga turut menyoroti buruknya pencahayaan di JIS yang buruk sehingga pencahayaan untuk rumput tak bisa optimal.

Hal ini bisa berimbas pada kualitas rumput yang akan cepat rusak bisa tak mendapat penyinaran matahari yang maksimal.

Begitu juga dengan sirkulasi udara yang dinilai sangat buruk sehingga saat penonton memadati stadion tersebut hawa panas sangat terasa.

"Ini saya perlu bertanya, apa tidak dipikirkan dari segi pencahayaan, dari sirkulasi udara itu kalau kita hadir di stadion panasnya luar biasa," tuturnya.

Ichwanul menyoroti soal pengelolaan JIS, khususnya terkait keamanan dan keselamatan penonton.

Menurutnya, penjagaan saat ticketing yang masih minim menyebabkan jumlah penonton membludak.

Belum lagi tak adanya imbauan bagi masyarakat untuk membawa minuman sendiri sehingga banyak penonton yang mengeluh kehausan saat menyaksikan grand launching JIS.

"Pengelolaan JIS saya rasa memang ini enggak bisa dikelola sendiri. Jadi, kasih saja yang benar-benar kompeten mengelola JIS," ucapnya.

Oleh karena banyaknya masalah yang dihadapi JIS, Ichwanul pun mengusulkan agar dibentuk pansus JIS.

"Jadi saya rasa, pimpinan, dengan hormat kami usulkan untuk Komisi B mengadakan pansus khusus JIS," ujarnya.

 

 

Sumber: Tribun Jakarta
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved