Debat Anji dan Marcel Siahaan, Waketum Garuda Nilai Masalah Klasik Transparansi Royalti Musik

Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi menilai perdebatan dua musisi Aji dan Marcell Siahaan bukanlah masalah baru. Ia tawarkan solusi.

Kolase Foto Tribun Jakarta
Kolase Foto Anji dan Marcel Siahaan. Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi menilai perdebatan dua musisi Aji dan Marcell Siahaan bukanlah masalah baru. Ia tawarkan solusi. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi menilai perdebatan dua musisi Aji dan Marcell Siahaan bukanlah masalah baru.

Kedua musisi tersebut berdebat mengenai transparansi royalti musisi.

Teddy menilai hal tersebut merupakan masalah klasik yang selalu menjadi diskusi dan perdebatan dari puluhan tahun lalu.

"Yang hingga hari ini masih terus jadi perdebatan. Intinya adalah tentang transparansi royalti," ungkap Teddy Gusnaidi dalam keterangan tertulis, Sabtu (13/8/2022).

Teddy mengungkapkan perdebatan tersebut tidak akan selesai bila menggunakan pola lama.

Baca juga: Ratusan Penyanyi Asal Indonesia Timur Dapat Royalti

Ia pun mempertanyakan alasan tidak memanfaatkan teknologi antara lain Youtube untuk tempat karaoke.

"Dimana setiap diputar otomatis terhitung. Untuk konser atau di live di cafe, gunakan seperti kita memesan makanan di aplikasi Gojek," kata Teddy.

Teddy mengungkapkan dua aplikasi tersebut mudah dibuat dan digunakan.

Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi.
Wakil Ketua Umum Partai Garuda Teddy Gusnaidi. (Istimewa)

Sehingga setiap ada yang menggunakan lagu untuk bisnis, kata Teddy otomatis para pemilik lagu akan mendapatkan laporan detik itu juga.

"Akan ketahuan berapa perhari lagu itu digunakan untuk bisnis. Sehingga masalah klasik ini bisa teratasi," kata Juru Bicara Partai Garuda itu.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved