Lepas Keberangkatan ke Korsel, Kepala BP2MI Minta Para PMI Promosikan Pariwisata Indonesia

Menurut Benny, cara yang dilakukan Indonesia untuk mempromosikan pariwisata Indonesia ke luar negeri selama ini cenderung konservatif.

TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Kepala BP2MI Benny Ramdhani (kanan) saat melepas keberangkatan ratusan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) ke Korea Selatan. Ia mengharapkan para PMI yang bekerja di luar negeri turut membantu mempromosikan pariwisata Indonesia. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KELAPA GADING - Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Benny Ramdhani kembali melepas ratusan calon pekerja migran Indonesia (CPMI) ke Korea Selatan, Senin (15/8/2022).

Benny mengharapkan peran para PMI yang bekerja di luar negeri tersebut turut membantu mempromosikan pariwisata Indonesia.

"Kita sedang gencar-gencarnya melakukan promosi destinasi wisata premium dalam negeri kita," kata Benny dalam pelepasan Calon PMI ke Korsel di El Royal Hotel Kelapa Gading, Jakarta Utara, Senin (15/8/2022).

"Tentu jika ini berhasil ini kan kontribusi yang sangat besar untuk pertumbuhan ekonomi kita dari sektor pariwisata," ucapnya.

Menurut Benny, cara yang dilakukan Indonesia untuk mempromosikan pariwisata Indonesia ke luar negeri selama ini cenderung konservatif.

Padahal, lebih dari seratus ribu PMI yang saat ini bekerja di luar negeri sebenarnya bisa sekaligus mengemban peran sebagai promotor pariwisata dalam negeri.

"Kita menggunakan anggaran yang terlalu sedikit, mengutus delegasi-delegasi rombongan yang banyak tentu dengan biaya yang juga tidak kecil melakukan promosi wisata di luar negeri," kata Benny.

Baca juga: Kepala BP2MI Beberkan Besaran Gaji Pekerja Migran Indonesia di Luar Negeri, Negara Ini Paling Besar

Benny mencontohkan, setiap tahunnya terlepas dari pandemi Covid-19 ada sedikitnya 277 ribu PMI yang diberangkatkan ke negara-negara tertentu, termasuk Korea Selatan.

Mereka bisa menggaungkan setidaknya 10 Destinasi Domestik Unggulan yang dipilih Kementerian Pariwisata kepada banyak pihak di luar negeri.

Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) kembali melepas 481 Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Bandara Soekarno-Hatta, Senin (25/7/2022) malam.
Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) kembali melepas 481 Pekerja Migran Indonesia (PMI) di Bandara Soekarno-Hatta, Senin (25/7/2022) malam. (Ega Alfreda/TribunJakarta.com)

Promosi dari mulut ke mulut itu bisa disampaikan ke majikan, pimpinan perusahaan, hingga lingkungan kerja.

"Kalau mereka promosi minimal ke majikannya, ke pimpinan perusahaannya, ke lingkungan di mana dia bekerja, ini kan sangat efektif sebenarnya," kata Benny.

"Bayangkan 10 persen aja dari 277.000 PMI, itu baru majikannya belum lingkungan kerjanya, dan 10 persen itu datang ke Indonesia kan itu sumbangan (kunjungan pariwisata) yang tidak kecil. Jadi PMI sekaligus duta pariwisata lah," ucap Benny.

Baca juga: Wajib Booster untuk Terbang, Pergerakan Penumpang di Bandara Soekarno-Hatta Tetap Stabil

Benny menambahkan, berdasarkan hasil kesepakatan dengan Kementerian Pariwisata, BP2MI juga telah mencetak surat mandat yang dipegang masing-masing calon PMI dengan dengan 10 Destinasi Domestik Unggulan.

Sebanyak 10 tempat wisata itu meliputi Danau Toba, Tanjung Kelayang, Candi Borobudur, Mandalika, Bromo Tengger-Semeru, Bali, Labuan Bajo, Pulau Wakatobi, Pulau Morotai, dan Raja Ampat.

Adapun sejak 9 Desember 2021 hingga hari ini, BP2MI telah memberangkatkan lebih dari 5.400 PMI ke Korea Selatan dalam program antarpemerintah.

Ribuan PMI dari berbagai daerah di Indonesia itu akan bekerja pada berbagai sektor perusahaan di Negeri Ginseng tersebut.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved