Ajudan Jenderal Ferdy Sambo Ditembak

Tolak Permohonan Perlindungan, LPSK Ungkap Putri Candrawathi Alami Depresi

LPSK menyatakan menolak permohonan perlindungan diajukan Putri Candrawathi, istri Irjen Ferdy Sambo.

Penulis: Bima Putra | Editor: Jaisy Rahman Tohir
Bima Putra/TribunJakarta.com
Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo saat memberi keterangan terkait permohonan perlindungan Putri Candrawathi, Jakarta Timur, Senin (15/8/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, CIRACAS - Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) menyatakan menolak permohonan perlindungan diajukan Putri Candrawathi, istri Irjen Ferdy Sambo.

Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo mengatakan keputusan tersebut berdasar hasil rapat tujuh pimpinan LPSK terhadap permohonan diajukan Putri pada 14 Juli 2022 lalu.

Pertimbangan LPSK menolak permohonan perlindungan di antaranya karena Bareskrim menghentikan penyelidikan laporan dugaan pelecehan, dan menyatakan kasus tidak terbukti. 

"Oleh karena itu LPSK memutuskan untuk menolak atau menghentikan penelaahan kepada Ibu P. Karena memang ternyata tidak bisa diberikan perlindungan," kata Hasto di kantor LPSK, Senin (15/8/2022).

Pasalnya secara prosedur LPSK hanya bisa memberikan perlindungan kepada orang berstatus korban dan saksi kasus tindak pidana, yang kasusnya bisa dibuktikan berdasar laporan polisi.

Baca juga: Peristiwa di Magelang Perlahan Terkuak, Putri Candrawathi Disebut Chat Adik Brigadir J: Sibuk Gak?

Meski menolak permohonan, LPSK memberikan rekomendasi kepada Putri agar segera mendapatkan penanganan medis dari psikiater untuk memulihkan kondisi mental.

Wakil Ketua LPSK Susilaningtias menuturkan dari hasil asesmen psikologis dilakukan, Putri mengalami masalah psikologis berupa depresi dan post traumatic stress disorder (PTSD).

"Ditemukan potensi risiko keberbahayaan terhadap diri sendiri yang ditandai dengan kondisi psikologis menjadi PTSD disertai kecemasan dan depresi," ujar Susilaningtias.

LPSK menyarankan Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri memberikan rehabilitasi medis kepada Putri agar dapat memberikan keterangan sebagai saksi kasus pembunuhan Brigadir J.

Sebelumnya, Bareskrim Polri menyatakan laporan Putri yang diterima dengan nomor LPB1630/VII/2022/SPKT/Polres Metro Jakarta Selatan/Polda Metro Jaya pada tanggal 9 Juli 2022 dihentikan.

Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo bicara permohonan perlindungan Putri Candrawathi.
Ketua LPSK Hasto Atmojo Suroyo saat memberi keterangan terkait permohonan perlindungan Putri Candrawathi, Jakarta Timur, Senin (15/8/2022).

Selain itu, laporan percobaan pembunuhan tercatat dengan nomor LP368/A/VII/2022/SPKT/Polres Metro Jakarta Selatan yang dibuat anggota Polres Metro Jakarta Selatan juga dihentikan.

Kedua laporan tersebut dihentikan karena dari hasil gelar perkara tidak ditemukan tindak pidana terjadi pelecehan dan percobaan pembunuhan yang dituduhkan kepada Brigadir J.

Dasar laporan polisi itu yang membuat Putri mengajukan permohonan perlindungan kepada LPSK melalui tim penasihat hukumnya pada Kamis (14/7/2022) dalam posisi sebagai korban.

Pimpinan LPSK saat menolak permohonan perlindungan diajukan Putri Candrawathi.
Pimpinan LPSK saat memberikan keterangan terkait keputusan menolak permohonan perlindungan diajukan Putri Candrawathi, Jakarta Timur, Senin (15/8/2022).
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved