Tegas! Wagub Ariza Janji Beri Sanksi Oknum Guru Aniaya Murid di SMKN 1 Jakarta: Tidak Dibenarkan!

Wagub Ariza menegaskan bakal memberikan sanksi berat kepada oknum guru yang diduga melakukan penganiayaan terhadap muridnya di SMKN 1 Jakarta.

Nur Indah Farrah Audina/TribunJakarta.com
Wagub Ariza menegaskan bakal memberikan sanksi berat kepada oknum guru yang diduga melakukan penganiayaan terhadap muridnya di SMKN 1 Jakarta. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menegaskan bakal memberikan sanksi berat kepada oknum guru yang diduga melakukan penganiayaan terhadap muridnya di SMKN 1 Jakarta.

Sanksi berat akan diberikan lantaran aksi kekerasan di lingkungan sekolah tak bisa ditolerir lagi.

"Tidak dibenarkan bagi tenaga pendidik atau guru untuk melakukan penganiayaan. Tentu akan ada sanksi nanti," ucapnya di Balai Kota, Kamis (18/8/2022).

Ariza mengatakan, sejauh ini Dinas Pendidikan DKI Jakarta masih mendalami kebenaran dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum guru di SMKN 1 Jakarta ini.

Sanksi yang akan diberikan pun nantinya akan disesuaikan dengan fakta yang terjadi di lapangan.

Baca juga: Wagub Ariza Tegas Membantah, Tapi PDIP Dapat 10 Aduan Dugaan Kasus Intoleransi di Sekolah: Itu Hak!

"Akan ada sanksi, tapi nanti dilihat dulu sejauh mana kebenaran dan seberapa jauh penganiayaan tersebut dilakukan," ujarnya.

"Nanti akan dilakukan evaluasi, nanti dicek kembali pihak-pihak terkait. Tentu siapa saja yang bersalah sekalipun guru pasti ada sanksinya," sambungnya.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria berkomentar soal kebakaran di Tambora, Kamis (18/8/2022) saat ditemui di Rusunawa Penjaringan, Jakarta Utara.
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria berkomentar soal kebakaran di Tambora, Kamis (18/8/2022) saat ditemui di Rusunawa Penjaringan, Jakarta Utara. (Gerald Leonardo Agustino/TribunJakarta.com)

PDIP Minta Oknum Guru Penganiayaan Murid di SMKN 1 Jakarta Dipolisikan 

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDI-Perjuangan Gilbert Simanjuntak sarankan siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN 1 Jakarta) berinisial RH (18) melapor ke pihak berwajib bila benar mengalami penganiayaan.

"Dalam hal SMKN 1, sejak dahulu suasana di SMKN yang berasal dari STM selalu keras, karena sudah jadi kondisi yang dibuat oleh para seniornya dan turun temurun. Sekolah tertentu mempunyai tradisi yang sudah menjadi nilai yang dianut siswa di sekolah tersebut. Sebaiknya hal ini diserahkan kepada aparat hukum untuk melihat data yang lebih lengkap," ujarnya saat dihubungi wartawan, Senin (15/8/2022).

Politisi PDIP ini membeberkan persoalan sekolah saat ini bukan sekedar masalah kurikulum saja. Namun sudah merembet ke kualitas pendidikan.

Kata dia, pergeseran nilai-nilai kebangsaan di sekolah, karena dimasuki oleh partai politik yang menggunakan sekolah dan tempat publik menjadi alat menyebarkan nilai atau paham mereka. 

Baca juga: Intoleransi di Sekolah Negeri di Jakarta Sudah Tahap Merisaukan, Pengamat Pendidikan Khawatir

"Kemarin pembahasan kita adalah soal paham kebangsaan yang luntur di sekolah negeri, tidak membicarakan kekerasan fisik di sekolah, bullying, dsb. karena ini persoalan yang berbeda, tapi di sekolah. Kita percayakan Disdik untuk mempelajari dan menindaklanjuti kasus ini, karena sementara baru laporan sepihak orangtua. Soal data bahwa ada lagi siswa lain yang dibully oleh siswa yang dipukul, kita belum tahu. Kasus ini masih bisa berkembang. Kita tunggu pemeriksaan polisi," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved