Polres Jakut Tunggu Hasil Mediasi Soal Adanya Dugaan Kasus Mafia Tanah

Polres Metro Jakarta Utara saat ini tengah menunggu hasil mediasi kasus dugaan mafia tanah yang ada di wilayah Koja, Jakarta Utara.

Editor: Wahyu Septiana
Istimewa
Kuasa hukum, Welly Dany Permana memberikan keterangan terkait lahan yang menjadi rebutan dan diduga ada keterlibatan mafia tanah yakni lahan eks gedung bioskop Sekar Tanjung, Jalan Kramat Jaya, Koja. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Polres Metro Jakarta Utara saat ini tengah menunggu hasil mediasi kasus dugaan mafia tanah yang ada di wilayah Koja, Jakarta Utara.

Diketahui, lahan yang menjadi rebutan dan diduga ada keterlibatan mafia tanah yakni lahan eks gedung bioskop Sekar Tanjung, Jalan Kramat Jaya, Koja.

Polisi mencium adanya keterlibatan mafia dalam jual-beli tanah tersebut.

Kanit Harta Benda Polres Metro Jakarta Utara, AKP Iswahyudi, mengatakan pihaknya terus mendalami kasus ini.

"Ada dua pihak yang mengklaim punya hak atas objek sengketa dan saling lapor. Kami sudah fasilitasi dengan mediasi, tetapi belum ada titik temu," kata Iswahyudi saat dikonfirmasi awak media.

Di sisi lain, kuasa hukum pelapor, Welly Dany Permana, mengatakan kliennya merupakan ahli waris yang sah.

Hal tersebut membuat kliennya berani menjual objek tanah serta bangunan kepada Supodo, berdasarkan Akta Jual Beli pada 2020.

Kemudian lahan seluas 3.026 meter persegi beserta bangunan diserahkan kepada Supodo, dengan disaksikan warga.

"Perkara ini sudah terlalu berlarut-larut, karena ada dugaan mafia tanah. Sebab akta jual-beli lain muncul di luar sepengetahuan penjual terdahulu, yang kami duga itu palsu," ujar Welly.

Baca juga: Bahas Dugaan Geng Mafia Ferdy Sambo, IPW dan Mahfud MD Sebut Ada Persekongkolan Tutupi Kejahatan

Menurutnya, keterangan palsu yang dimaksud adalah adanya akta jual-beli yang dimiliki pihak terlapor dibubuhi tanda tangan anak pelapor (penjual).

Padahal anak pelapor itu sudah meninggal lima tahun lalu. 

"Akta tersebut penuh rekayasa dan ada dugaan tindak pemalsuan. Semoga Polres Jakarta Utara dapat mengusut tuntas oknum-oknum mafia tanah ini," ucap Welly. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved