Dinkes DKI Imbau Warga Tak Panik Soal Temuan Cacar Monyet di Indonesia, Berikut Cara Pencegahannya

Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mengimbau agar masyarakat tidak panik soal adanya temuan kasus konfirmasi pertama cacar monyet di Indonesia.

Penulis: Pebby Ade Liana | Editor: Jaisy Rahman Tohir
TribunJakarta/Gerald Leonardo Agustino
Puskesmas Kecamatan Kelapa Gading mengadakan sosialisasi mengenai cacar monyet (Monkey Pox), Kamis (16/5/2019). Dinkes DKI mengimbau warga Jakarta agar tidak panik dengan cacar monyet. 

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia telah mengumumkan adanya temuan kasus pertama terkonfirmasi cacar monyet atau monkeypox di Indonesia pada tanggal 20 Agustus 2022 lalu.

Kasus monkeypox pertama di Indonesia itu ditemukan pada seorang pasien laki-laki berusia 27 tahun, yang mengalami keluhan kesehatan pasca melalukan perjalanan ke luar negeri tepatnya di negara Eropa Barat.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta, Widyastuti menyampaikan, pihaknya terus menggencarkan tracing kontak erat cacar monyet, sebagai upaya kewaspadaan terhadap penularan penyakit tersebut.

"Sebelum ditemukannya kasus pertama ini, kami sudah pernah menerima laporan dan melakukan penyelidikan epidemiologi pada 11 orang terduga yang ditemukan sejak 20 Mei 2022, yang semuanya setelah melalui pemeriksaan laboratorium diketahui negatif cacar monyet,"

"Hal ini sebagai bagian dari upaya menemukan kasus sedini mungkin, agar dapat dilakukan pemutusan rantai penularan dengan segera," kata Widyastuti, Senin (22/8/2022).

Baca juga: Cacar Monyet Bisa Lebih Ganas Gejalanya ke Bayi dan Anak, Pemerintah Kabupaten Tangerang Antisipasi

Sejauh ini kata Widyastuti, Dinkes DKI Jakarta menemukan tiga orang kontak erat, terhadap pasien pertama monkeypox di Indonesia.

Namun, disebutkan ketiganya dalam kondisi baik dan tidak mempunyai keluhan kesehatan sampai saat ini.

Iapun memastikan, bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan kondisi pasien dan juga seluruh kontak eratnya dalam pencegahan penularan.

Kendati begitu, masyarakat perlu waspada terhadap kasus monkeypox yang kini sudah ditemukan di Indonesia.

Widyastuti menjabarkan, beberapa gejala cacar monyet yang bisa diwaspadai.

Dikatakan, cacar monyet umumnya diawali dengan demam, sakit kepala dan pembengkakan kelenjar getah bening yang ditemukan di leher, ketiak atau lipat paha (selangkangan).

Selain itu, gejala umum ini biasanya juga dapat disertai dengan keluhan nyeri otot, sakit punggung, hingga rasa lelah yang berkepanjangan.

Biasanya, setelah 1-3 hari sejak demam,gejala akan disusul dengan munculnya ruam pada kulit di beberapa bagian tubuh.

Berbentuk bintik merah seperti cacar, melepuh kecil berisi cairan bening atau berisi nanah yang kemudian menjadi keropeng dan rontok.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved