OC Kaligis Pasang Badan, Kliennya Disebut Tak Lakukan Penganiayaan

OC Kaligis, selaku kuasa hukum dari pria berinisial D, membantah kliennya telah melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Editor: Wahyu Septiana

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - OC Kaligis, selaku kuasa hukum dari pria berinisial D, membantah kliennya telah melakukan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Sebelumnya, D dilaporkan oleh istrinya MMS (45) ke Polsek Kembangan, Jakarta Barat atas dugaan KDRT.

Tercatat laporan polisi No.212/K/2022/Sek Kembangan pada tanggal 4 April 2022 lalu.

OC Kaligis bertindak sebagai kuasa hukum D yang dilaporkan di Polsek Kembangan.

"Klien kami tidak pernah melakukan KDRT," kata OC Kaligis, dalam keterangan yang diterima pada Selasa (5/7/2022).

Otto Cornelis Kaligis atau yang akrab disapa OC Kaligis menanggapi sidang pra peradilan di Pengadilan Negeri Tangerang kasus pengusaha di Kabupaten Tangerang yang menggunakan NIK orang lain untuk menjalankan bisnisnya, Kamis (23/6/2022).
Otto Cornelis Kaligis atau yang akrab disapa OC Kaligis menanggapi sidang pra peradilan di Pengadilan Negeri Tangerang kasus pengusaha di Kabupaten Tangerang yang menggunakan NIK orang lain untuk menjalankan bisnisnya, Kamis (23/6/2022). (Ega Alfreda/TribunJakarta.com)

Untuk itu, dia meminta, kepada Kapolsek Kembangan beserta jajaran agar berhati-hati terhadap laporan tersebut.

"Karena dengan mengetahui latar belakang siapa MMS maka pemeriksaan akan bisa objektif," kata dia.

Baca juga: Diduga Sebarkan Berita Bohong, OC Kaligis Polisikan Pemilik Akun Twitter

Selain itu, OC Kaligis juga mempertanyakan tujuan kedatangan aparat Polsek Kembangan ke kediaman kliennya.

Meskipun kliennya baru terlapor, namun kata OC Kaligis penyidik berani melakukan penggeledahan tanpa menunjukkan surat izin penggeledahan dari Ketua Pengadilan Negeri.

Bahkan dalam penggeledahan tersebut tidak disaksikan oleh dua orang saksi baik warga setempat maupun RT/RW sebagai saksi.

Dia menilai tindakan ini melanggar ketentuan Pasal 33 ayat (10 dan ayat (4) KUHAP dan Pasal 32 ayat 1 huruf c Perkapolri No.8 Tahun 2009.

"Kami mohon perlindungan hukum untuk melakukan pengawasan terkait penanganan perkara No.LP 212/K/IV/2022 Sek Kembangan di Polsek Kembangan," kata dia.

Sebelumnya, MMS bersama kuasa hukumnya Sunan Kalijaga mendatangi Polsek Kembangan untuk mempertanyakan kelanjutan kasusnya.

"Kita ingin mempertanyakan tindaklanjutnya seperti apa. Apa kendalanya, dikarenakan waktu sudah sangat lama," kata Kuasa Hukum, Sunan Kalijaga ditemui wartawan di depan Polsek Kembangan, Jakarta Barat pada Senin (4/7/2022).

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved