Suharso Monoarfa Didesak Ulama, Kyai dan Santri Mundur dari Ketum PPP dan Kepala Bappenas

Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa kembali digeruduk massa di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP, Menteng, Jakarta.

Editor: Wahyu Septiana
KOMPAS.com/Fika Nurul Ulya
Menteri PPN/Bappenas Suharso Monoarfa ketika menjelaskan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) di Kalimantan Timur kepada Pansus RUU IKN, Kamis (13/1/2022). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa kembali digeruduk massa.

Kali ini, Suharso yang juga Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional / Kepala Bappenas ini didemo kelompok santri yang mengecam pernyataanya soal 'amplop kyai'.

Aksi berlangsung di kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PPP, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (21/8/2022) siang.

Dalam aksi yang dihadiri puluhan pemuda ini, mereka membawa poster bertuliskan 'Walaupun Statment Saya Ngawur, Saya ini Tetap Menteri Loh' 

Solidaritas Santri Menggugat menilai, ucapan Suharso saat pembekalan Antikorupsi Politik Cerdas Berintegritas di KPK itu melukai hati santri dan kyai.

"Kata-kata 'sowan ke kyai wajib memberi amplop' itu sangat tidak pantas. Padahal realitasnya di lapangan tak seperti itu," kata Koordinator Aksi, Angga di lokasi.

Dengan nada lantang, Angga menyebut ucapan Suharso bisa mengasumsikan bahwa sowan ke kyai yang diberikan amplop itu merupakan bagian dari korupsi.

Selain itu, citra Kyai sebagai guru dan pemuka agama juga jadi jelek.

"Tak menutup kemungkinan asumsi itu lahir karena Suharso menyampaikannya di forum anti korupsi," sesal Angga.

Angga mengklaim, pengalamannya selama menjadi santri, tak pernah ada kyai yang minta dikasih amplop ketika dikunjungi murid atau tamu lainnya. Semua dijalankam dengan ikhlas.

"Makanya statment Suharso itu sangat tak pantas diucapkan," cetus dia.

Ia juga menilai, Suharso sudah merendahkan citra Kyai dan melakukan penghinaan terhadap kyai itu sendiri.

Baca juga: PPP Berpotensi Kehilangan Suara Perempuan dan Milenial, Pengamat Ray Rangkuti Ungkap Penyebabnya

"Apalagi diucapkan ketua partai Islam. Ini sungguh tak pantas dan merendahkan citra partai itu sendiri," jelas dia.

Angga pun memberi ultimatum 3X24  jam kepada Suharso untuk meminta maaf secara terbuka.

"Kami juga mendesak Suharso mundur dari Ketua Umum PPP karena seperti tak memiliki sopan santun dalam berucap," ungkap Angga. (*)

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved