Muncul Isu Perpecahan hingga Adanya Sekda Bayangan, Gembong PDIP Minta Pejabat Pemprov DKI Evaluasi
Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono meminta jajaran Pemprov DKI segera berbenah. Hal itu terkait rumor adanya sekda bayangan.
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Ferdinand Waskita Suryacahya
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci
TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono meminta jajaran Pemprov DKI segera berbenah.
Hal ini menyusul adanya dugaan Sekretaris Daerah (Sekda) bayangan yang sebelumnya diungkapkan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi.
"Kita ambil hikmah positifnya saja, maka ASN DKI Jakarta perlu berbenah diri agar stigma itu tidak melekat," ucapnya saat dikonfirmasi, Rabu (24/8/2022).
Politikus senior ini pun minta seluruh pejabat di Pemprov DKI Jakarta melakukan evaluasi sehingga tak ada lagi anggapan adanya perpecahan di tubuh eksekutif.
"Jadikan bahan renungan, ada atau tidak ada itu yang tahu kan teman-teman ASN. Kalau misalkan ada, itu sebagai bahan evaluasi," ujarnya.
Baca juga: Wagub Ariza Bantah Isu Sekda Bayangan Seperti Digulirkan PDIP: Tugas Sesuai dengan Tupoksinya
"Kalau tidak ada, itu sebagai bahan perbaikan, gitu saja ambil positifnya," sambungnya.
Ketua DPRD Ungkap Ada Sekda Bayangan di Pemprov DKI
Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetyo Edi Marsudi mengungkap adanya perpecahan di tubuh Pemprov DKI.
Ia menyebut, Pemprov DKI kini terbelah menjadi dua kubu, yaitu kelompok umum dan lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).
"Sekarang ada satu dilematis di pemerintah eksekutif, sudah ada geng-gengan ini, yaitu geng IPDN dan geng umum," ucapnya di gedung DPRD DKI, Senin (22/8/2022).
Kedua kelompok ini merujuk pada Sekretaris Daerah (Sekda) Marullah Matali dan Asisten Pemerintah Sigit Wijatmoko yang merupakan lulusan IPDN.
Prasetyo menilai, Sigit kurang menghargai Marullah yang menurut struktur pemerintahan lebih tinggi dibandingkan eks Wali Kota Jakarta Utara itu.
"Sekarang sekda enggak dihargai oleh asistennya. Ini seperti ada sekda bayangan, namanya Sigit," ujarnya.
Baca juga: Dugaan Perpecahan Pemprov DKI Disebabkan karena Faktor Kedekatan, Politisi PDIP: Pasukannya Takut
Prasetyo menyebut, adanya dua kubu di Pemprov DKI ini dikhawatirkan bisa mengganggu kinerja eksekutif.
Pasalnya, pejabat struktural punya fungsi dan tanggung jawabnya masing-masing sesuai dengan tingkat kedudukannya dalam organisasi.
"Di bawah gubernur itu pangkat yang paling tinggi yang mengelola ASN adalah sekda. Sekarang kalau gini gimana mau jalan ini pemerintahan," tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Ketua-Fraksi-PDIP-Gembong-Warsono-dan-ilustrasi-ASN.jpg)