Ajudan Jenderal Ferdy Sambo Ditembak

Gara-gara 2 Hal Ini Kamaruddin Duga CCTV di Rumah Pribadi Ferdy Sambo Diedit, Kompolnas Beri Jawaban

Kamaruddin Simanjuntak, menegaskan ia meragukan rekaman dari CCTV di rumah pribadi Ferdy Sambo, di Saguling, Jakarta Selatan.

Tayang:
Kolase TribunJakarta.com
Pengacara Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak menduga rekaman CCTV di rumah pribadi Ferdy Sambo editan. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Pengacara Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak, meragukan rekaman dari CCTV di rumah pribadi Ferdy Sambo, di Saguling, Jakarta Selatan.

TONTON JUGA

Kamaruddin lalu menyoroti alas kaki yang dipakai Brigadir J.

Dalam rekaman CCTV itu terlihat Brigadir J yang dinarasikan baru pulang dari Magelang, tengah menurunkan barang-barang ke rumah Ferdy Sambo.

"Saya meragukan, J itu ketika dia dekat mobil dia pakai sepatu, ketika dia deket pintu dia pakai sendal," ucap Kamaruddin.

"Mungkin itu video beberapa waktu yang lalu, diedit seolah-olah saat kejadian," imbuhny.

Tak cuma sandal dan sepatu, kaos putih yang dipakai Brigadir J juga dinilai janggal.

Baca juga: Jangan-jangan Kebagian Ucap Kamaruddin saat Bahas Aliran Dana Ferdy Sambo, Arteria Dahlan Murka

Kala itu Brigadir J baru saja pulang seusai mengawal Putri Candrawathi, Kamaruddin menilai seharusnya ajudan tak memakai kaos saat menjalankan tugasnya.

"Tidak mungkin pakai kaos saja, karena kan dia baru dari pengawalan, kalau ajudan tidak pakai kaos," tegas Kamaruddin.

Kamaruddin kemudian menceritakan ada polisi yang mengantarkan sepatu dan beberapa barang milik Brigadir J ke rumah orangtuanya, di Jambi.

Sepatu tersebut dikatakan polisi tertinggal di rumah pribadi Ferdy Sambo.

Sepatu itu tampak terlihat rapi dan bersih, tak ada noda darah.

Kamaruddin lalu mempertanyakan apakah mungkin Brigadir J menyeker saat pergi ke rumah dinas Ferdy Sambo yang menjadi TKP pembunuhannya.

Baca juga: HP Brigadir J Hilang dan Jejak Digital Diacak-acak, Inikah Sosok Terlibat Hilangkan Barang Bukti?

"Lalu ada petugas polisi yang mengantarkan sepatunya yang tertinggal di sanguling, dan sepatunya bersih, tak ada bercak darah," kata Kamaruddin.

"Padahal kakinya tertembak, kok sepatu dan sandalnya bersih, bisa aja J nyeker pas ke rumah dinas," imbuhnya.

Sementara itu, Komisioner Kompolnas Albertus Wahyurudhanto mengaku sudah mendengar rumor tersebut.

Ia lalu meminta Ahli Digital Forensik untuk menyelidiki CCTV di rumah pribadi Ferdy Sambo tersebut secara jujur.

"Kami mendengar dari publik, ahli digital forensik harus jujur," ucap Albertus Wahyurudhanto.

Terkait Brigadir J yang memakai kaos seusai mengawal Putri Candrawathi, Albertus Wahyurudhanto mengakui hal tersebut memang cukup janggal.

Baca juga: Terkuak Ferdy Sambo Ingkar Janji, Bharada E Pilih Bongkar Tabir Gelap Kematian Brigadir J

"Pengawalan itu bisa terbuka dan tertutup," kata Albertus Wahyurudhanto.

"Janggal, biasanya ketika mengawal kita mengikuti yang dikawal (pakaiannya),"

"Ahli forensik harus jujur," imbuhnya.

SIMAK VIDEONYA: 

Orang Dekat Ferdy Sambo Simpan Copy CCTV TKP Brigadir J,

Orang dekat di lingkaran Ferdy Sambo menyimpan copy DVR atau perangkat penyimpanan rekaman video CCTV di TKP kasus Brigadir J.

Tak tanggung-tanggung, orang tersebut adalah perwira menengah tingkat satu. Perannya menyamai anak mantan jenderal polisi.

Hal itu terkuak dari penuturan Timsus Polri bentukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang mengungkap kasus pembunuhan Brigadir J.

Di luar kasus pidana penembakan Brigadir J yang ditangai Timsus Polri, ada Itsus atau Inspektorat Khusus yang menyidik obstruction of justice atau upaya menghalangi penyidikan.

Sudah ada enam anggota Divisi Propam Polri yang diduga terlibat obstruction of justice di kasus penembakan Brigadir J.

Baca juga: Masuk Patsus, Jejak Kombes Budhi di Kasus Brigadir J: Bersihkan TKP & Ikut Skenario Ferdy Sambo

Mereka di antaranya Irjen Ferdy Sambo selaku mantan Kadiv Propam Polri, Brigjen Hendra Kurniawan mantan Karopaminal Divisi Propam Polri.

Ada juga Kombes Agus Nurpatria mantan Kaden A Biropaminal Divisi Propam Polri, dan AKBP Arif Rahman Arifin mantan Wakadaen B Biropaminal Divisi Propam Polri.

Dua lainnya, yaitu Kompol Baiquni Wibowo mantan PS Kasubbagriksa Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri dan Kompol Chuk Putranto selaku PS Kasubbagaudit Baggaketika Rowabprof Divisi Propam Polri.

Detik-detik Brigadir J, Irjen Ferdy Sambo dan istrinya Putri Candrawathi saat memasuki rumah di Jalan Saguling III, Kompleks Pertambangan, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7/2022).
Detik-detik Brigadir J, Irjen Ferdy Sambo dan istrinya Putri Candrawathi saat memasuki rumah di Jalan Saguling III, Kompleks Pertambangan, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7/2022). (Tangkapan layar Kompas TV)

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Brigjen Asep Edi Suheri menjelaskan sudah memeriksa 16 saksi yang dibagi dalam lima klaster perihal kasus pengerusakan CCTV di TKP Brigadir J.

"Sedikit saya akan menjelaskan tentang perkara terkait masalah DVR," kata Asep Edi, Jumat (19/8/2022).

Peran 6 orang di atas diduga menghilangkan, memindahkan, serta mentransmisikan secara elektronik CCTV dan lain sebagainya sehingga tidak bekerja sebagaimana mestinya. 

DVR atau Digital Video Recorder ini adalah perangkat penyimpanan rekaman video dari CCTV berkualitas tinggi yang secara terus menerus tanpa perduli berapapun panjangnya.

Asep menuturkan, salah satu klaster saksi yang diperiksa pihaknya yakni yang melakukan pemindahan transmisi dan melakukan perusakan CCTV.

Baca juga: Fadil Imran Disebut Mahfud MD Ikut Kena Prank Ferdy Sambo: Seperti Kompolnas, Komnas HAM dan LPSK

Ada tiga orang yang diperiksa yakni semuanya berasal dari Divisi Propam Polri yakni Kompol Baiquni Wibowo, Kompol Chuk Putranto dan AKBP Arif Rahman Arifin.

Kompol Baiquni Wibowo juga diungkap Timsus Polri menyimpan copy DVR CCTV dari TKP penembakan Brigadir J di Duren Tiga di laptopnya yang kini telah disita.

Asep Edi memastikan sementara ini pihaknya sudha menyita 4 buah barang bukti.

Terekam CCTV gerak-gerik Ferdy Sambo dan Brigadir J beberapa menit sebelum pembunuhan sadis terjadi, pada 8 Juli 2022 di rumah pribadi sang jenderal.
Terekam CCTV gerak-gerik Ferdy Sambo dan Brigadir J beberapa menit sebelum pembunuhan sadis terjadi, pada 8 Juli 2022 di rumah pribadi sang jenderal. (YouTube CNN Indonesia)

"Pertama hard disk eksternal merek WD, yang kedua tablet Microsoft Surface, DVR CCTV yang ada di Aspol Duren Tiga, dan keempat laptop merek DELL milik saudara BW," kata Asep.

Peran Kompol Baiquni Wibowo atau BW dalam perusakan CCTV di TKP kematian Brigadir J ini sejatinya sama dengan yang dilakukan anak mantan jenderal polisi.

Sosok tersebut tak lain Kompol Chuk Putranto. Bersama Kompol Baiquni Wibowo, Kompol Chuk Putranto sama-sama anak buah Ferdy Sambo di Divisi Propam Polri.

Kompol Baiquni Wibowo dan Kompol Chuk Putranto merupakan sama-sama alumni Akpol tahun 2006.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved