Warga Gunung Sahari Terancam Kehilangan Tempat Tinggal Akibat Ulah Mafia Tanah

Puluhan warga di Gg Langgar, RT 10/01, Kelurahan Gunug Sahari Selatan, Jakarta Pusat, terancam kehilangan tempat tinggal akibat ulah mafia tanah.

Editor: Wahyu Septiana
ISTIMEWA
Ilustrasi mafia tanah - Puluhan warga di Gg Langgar, RT 10/01, Kelurahan Gunug Sahari Selatan, Jakarta Pusat, terancam kehilangan tempat tinggal akibat ulah mafia tanah. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Puluhan warga di Gg Langgar, RT 10/01, Kelurahan Gunug Sahari Selatan, Kemayoran, Jakarta Pusat, terancam kehilangan tempat tinggal akibat ulah nakal mafia tanah oknum Badan Pertanahan Negara (BPN).

Hal tersebut disebabkan dari adanya rencana eksekusi lahan yang ditempati puluhan warga di lokasi tersebut oleh Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Dugaan adanya ulah mafia tanah yang bermain diungkapkan kuasa hukum warga, Anthony Alexander yang menyebut terbitnya sertifikat HGB 1882 pada lahan warga tersebut hingga pemohon, PT ALS mengajukan eksekusi.

Padahal, dalam penerbitannya termohon banyak menemukan cacat hukum.

“Kecacatan ini seperti saat sertifikat dimohonkan, itu adanya 2 akta yang berbeda cover namun memiliki nomor dan tahun yang serupa," ujar Anthony dalam keterangan persnya, Kamis (25/8/2022).

"Begitu pun dengan akta yang dijadikan dasar untuk dimohonkan sertifikat, ternyata bukan akta notaris yang diminutakan atau tercatat,” sambungnya.

Adapun akta tersebut, sambung Anthony, harusnya tidak dapat dijadikan lampiran pemohonan sertifikat.

Dengan demikian, Ia pun menilai ada terjadinya kelalaian dari Badan Pertanahan Nasional, bahkan diduga kuat ada mafia tanah seiring dengan terbitnya sertifikat HGB 1882.

Baca juga: Polres Jakut Tunggu Hasil Mediasi Soal Adanya Dugaan Kasus Mafia Tanah

Terkait adanya putusan -putusan di pengadilan, Anthony pun menyayangkan sikap hakim yang selalu mengabaikan argumen dan bukti-bukti yang dimiliki klainnya.

Dalam perkara ini, hakim hanya melihat penggugat memiliki sertifikat dan sebagai pemilik yang sah tanpa melihat proses .

“Sehingga bagi kami, ini sangatlah naif. Terlebih bicara mafia tanah, dimana saat ini banyak kasus yang terjadi para mafia tanah bermain dalam proses (pembuatan setifikat),” jelasnya.

Sebelumnya, puluhan warga RT10/01, Kelurahan Gunung Sahari Selatan (GSS), Kemayoran, Jakarta Pusat resah menyusul adanya rencana eksekusi lahan yang akan dilakukan pihak Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat.

Ketua RT10/01 Kelurahan Gunung Sahari Selatan, Hana Hamdani mengatakan, warga resah setelah mendapat kabar adanya rencana eksekusi lahan dan bangunan yang telah ditempati warga tanpa adanya pemberitahuan.

“Ini sudah 4 hari kami tidak bisa tidur, karena benar-benar takut eksekusi dilakukan tiba-tiba,” ujar Hana, Senin (15/8/2022).

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved