Sisi Lain Metropolitan

Bikin Tiwul, Kenangan Soepiah Saat Masak Buat Pejuang Kemerdekaan RI

Cerita Soepiah memasak untuk pejuang kemerdekaan RI di Gombong, Jawa Tengah. Ia bertugas sebagai kurir hingga pembantu urusan dapur.

TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas
Sosok Soepiah Subedo (89), pejuang yang sempat membantu mempertahankan kemerdekaan saat ditemui di rumahnya di Kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat pada Jumat (19/8/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Satrio Sarwo Trengginas

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Soepiah Subedo (89) dulu ikut berjuang mempertahankan kemerdekaan di daerah, Gombong, Jawa Tengah.

Selain menjadi kurir pembawa surat rahasia, ia sempat menjadi pembantu bagian urusan dapur.

Ia turut memasak makanan para gerilyawan di tempat persembunyiannya di kawasan Karanggayam.

Apa saja makanan yang dimasaknya?

Soepiah bercerita saat Belanda datang kembali menyerbu Indonesia pascakemerdekaan pada tahun 1947, dia masih berusia sekitar 14 tahun.

Kala itu, dia membantu memasak dan mengantarkan makanan ke tiga pos di garis depan.

Baca juga: Kisah Heroik Soepiah Sang Pejuang, Nyamar Jadi Pedagang Sayur Demi Misi Rahasia Perang Gerilya

Ketiga pos itu berjumlah 15 orang.

"Jadi dulu seadanya enggak ada bahan makan kan, jadi bahan makanannya di dapat dari orang-orang kampung sekitar," ceritanya kepada TribunJakarta.com pada Jumat (19/8/2022).

Bahan-bahan makanan dulu diperoleh seadanya saja.

Sosok Soepiah Subedo (89), pejuang yang sempat membantu mempertahankan kemerdekaan saat ditemui di rumahnya di Kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat pada Jumat (19/8/2022).
Sosok Soepiah Subedo (89), pejuang yang sempat membantu mempertahankan kemerdekaan saat ditemui di rumahnya di Kawasan Cempaka Putih, Jakarta Pusat pada Jumat (19/8/2022). (TribunJakarta.com/Satrio Sarwo Trengginas)

Kala itu, nasi yang merupakan sumber karbohidrat sulit dicari.

Soepiah mengingat mereka menggantinya dengan memasak tiwul.

"Tiwul itu dibuat dari gaplek, singkong yang sudah dikeringkan biar ada rasanya dikasih terasi kemudian digoreng. Sayurnya bisa pepaya atau nangka," tambahnya.

Baca juga: Pesan Anies Baswedan Lantik Paskibraka DKI: Anda Tugas Perlu 3-4 Menit, Pejuang Butuh Puluhan Tahun

Para tentara juga jarang menikmati lauk seperti ayam atau daging yang sudah diolah.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved