Kronologi Lengkap Warga Duren Sawit Dikeroyok Tetangga Gara-gara Perkara Karaoke

Polsek Duren Sawit masih dalam proses penyidikan atas kasus pengeroyokan dialami pria berinisial JMPM. Ia dikeroyok tetangga gara-gara karaoke.

TRIBUNNEWS.COM
Ilustrasi pengeroyokan. Polsek Duren Sawit masih dalam proses penyidikan atas kasus pengeroyokan dialami pria berinisial JMPM. Ia dikeroyok tetangga gara-gara karaoke. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, DUREN SAWIT - Jajaran Unit Reskrim Polsek Duren Sawit, Jakarta Timur masih dalam proses penyidikan atas kasus pengeroyokan dialami pria berinisial JMPM.

Kapolsek Duren Sawit Kompol Martson Marbun mengatakan berdasar penyidikan korban dikeroyok empat tetangga JMPM pada 1 Januari 2022 lalu karena masalah menegur karaoke.

'Kejadian berawal sekitar bulan September 2021 keluarga korban tidak merasa nyaman dengan lingkungan tetangga," kata Marbun saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Sabtu (27/8/2022).

Kala itu korban merasa terganggu dengan masalah parkir kendaraan, suara bising karaoke, dan ayam milik keluarga pelaku yang kerap berkeliaran dekat rumah korban.

JMPM sempat melaporkan gangguan melalui aplikasi Jakarta Terkini (Jaki), laporan tersebut lalu ditindaklanjuti jajaran Satpol PP Kelurahan Klender yang menegur keluarga pelaku.

Baca juga: Perkara Karaoke Buat Ayah dan 3 Anak di Duren Sawit Keroyok Tetangga

"Sekitar 1-2 Minggu aktivitas karaoke pelaku berhenti. Tetapi setelah itu mulai lagi melakukan karaoke sehingga korban kembali melakukan pengaduan ke aplikasi JAKI," ujarnya.

Lantaran masalah tidak kunjung selesai pada 1 Januari 2022 korban melapor ke Ketua RT setempat, mereka lalu datang ke rumah pelaku menegur aktivitas karaoke dilakukan pelaku.

Marbun menuturkan keluarga pelaku yang tidak terima ditegur melakukan pengeroyokan terhadap korban, hingga akhirnya korban melapor ke SPKT Polsek Duren Sawit.

Baca juga: 2 Warga Meninggal saat Kumandangkan Azan di Musala, Pemuda Tewas saat Karaoke, Diduga Sebabnya Sama

"Terduga pelaku bapak dan tiga anaknya. Setelah korban melapor langsung kami buatkan surat pengantar Ver (Visum et Repertum). Selanjutnya kami periksa saksi dan klarifikasi delapan orang," tuturnya.

Marbun menuturkan untuk sementara pihaknya memang belum menetapkan tersangka, namun proses penanganan kasus sudah dinaikkan dari penyelidikan ke penyidikan.

Sehingga dalam waktu dekat diharapkan penyidik Unit Reskrim Polsek Duren Sawit bakal segera menetapkan tersangka atas kasus dilaporkan JMPM dengan sangkaan Pasal 170 KUHP tentang Pengeroyokan.

"Berdasarkan hasil penyelidikan dan ditemukam dua alat bukti cukup, maka dari tahap Penyelidikan ditingkatkan ke tahap penyidikan," lanjut Marbun.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved