Cerita Kriminal

Perkara Karaoke Buat Ayah dan 3 Anak di Duren Sawit Keroyok Tetangga

Perkara karaoke, bapak dan tiga anaknya di Duren Sawit, Jakarta Timur mengeroyok tetangga gara-gara tak terima ditegur.

Aro/Grid Oto
Ilustrasi pengeroyokan. Perkara karaoke, bapak dan tiga anaknya di Duren Sawit, Jakarta Timur mengeroyok tetangga gara-gara tak terima ditegur. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, DUREN SAWIT - Kasus pengeroyokan seorang warga Kelurahan Klender, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur yang dilakukan tetangganya karena masalah karaoke viral.

Dalam postingan di lini twitter, korban mengatakan pengeroyokan terjadi karena para pelaku tidak terima ketika ditegur agar tak karaoke dengan menyetel musik dengan volume kencang.

Kala itu korban bersama Ketua RT setempat datang ke rumah pelaku untuk menegur agar tidak menyetel musik dengan volume kencang, tapi pelaku tidak terima lalu mengeroyok korban.

Kasus pengeroyokan yang terjadi pada 1 Januari 2022 ini sudah dilaporkan ke Polsek Duren Sawit, tapi hingga kini para pelaku disebut masih bebas dan bahkan melakukan karaoke mengganggu warga.

Kapolsek Duren Sawit Kompol Martson Marbun membenarkan pihaknya sudah menerima laporan dengan sangkaan Pasal 170 KUHP tentang pengeroyokan dari korban berinisial JMPM.

Baca juga: Diduga Aniaya Siswa Sampai Lebam dan Berdarah, Begini Nasib Guru Olahraga di SMKN 1 Kini

"Lagi naik penyidikan. Berdasarkan hasil penyelidikan ditemukam dua alat bukti cukup, maka dari tahap penyelidikan akan ditingkatkan ke penyidikan," kata Marbun di Jakarta Timur, Sabtu (27/8/2022).

Sehingga dalam waktu dekat penyidik Unit Reserse Kriminal (Reskrim) Polsek Duren Sawit akan segera menetapkan tersangka dalam kasus pengeroyokan dilaporkan JMPM.

Baca juga: Pemicu Petugas PPSU Murka hingga Aniaya Pacar di Kemang, Cemburu Dibandingkan Mantan Pacar Korban

Hingga kini penyidik sudah memeriksa delapan orang saksi yang di antaranya Ketua RT setempat, dan mengamankan Visum et Repertum sebagai bukti JMPM dikeroyok.

"Terduga pelaku empat orang, bapak dan tiga anaknya. Kita sudah minta keterangan klarifikasi dari pelapor. Kami juga sudah kirim SP2HP (surat pemberitahuan perkembangan hasil penyidikan)," ujarnya.

Marbun menuturkan hingga kini pihaknya sudah empat kali mengirimkan SP2HP kepada korban terkait kasus, dan dalam waktu dekat diharapkan segera ada penetapan tersangka.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved