Besok, Satpol PP Jaktim dan PT KAI Bakal Tertibkan Lokalisasi Gunung Antang

PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur akan menertibkan lokalisasi Gunung Antang pada Selasa (30/8/2022).

Tayang:
Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Septiana
Kompas/Aguido Adri
Kawasan lokalisasi Gunung Antang di sekitar rel kereta Stasiun Matraman Jakarta Timur dan tak jauh dari perkampungan masih beroperasi, Jumat (17/6/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, MATRAMAN - PT Kereta Api Indonesia (KAI) dan Pemerintah Kota (Pemkot) Jakarta Timur akan menertibkan lokalisasi Gunung Antang pada Selasa (30/8/2022).

Kepala Humas PT KAI Daop 1, Eva Chairunisa mengatakan penertiban tersebut dilakukan setelah tenggat waktu surat peringatan ketiga (SP 3) yang sebelumnya dikeluarkan berakhir.

"Jam 08.00 WIB mulai apel bersama di Stasiun Matraman dihadiri Walikota," kata Eva saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Senin (29/8/2022).

Penertiban ini sebelumnya sudah dibahas dalam rapat antara PT KAI selaku pemilik lahan di Gunung Antang bersama jajaran Pemkot, Polres, dan Kodim 0505 Jakarta Timur beberapa waktu lalu.

Kasatpol PP Jakarta Timur Budhy Novian mengatakan dalam penertiban besok pihaknya mengerahkan sebanyak 200 personel untuk memastikan proses berjalan lancar.

Baca juga: Siap-siap! KAI Bakal Bongkar Lokalisasi Gunung Antang pada 30 Agustus 2022

"Sekitar 200 orang. Belum termasuk (personel) TNI-Polri yang dilibatkan, saya belum tahu jumlahnya," ujar Budhy.

Lokalisasi Gunung Antang setidaknya sudah beroperasi sejak 1970 dan sebelumnya pernah beberapa kali ditertibkan, tapi kembali beroperasi karena tidak dijaga petugas.

Pria tanpa identitas ditemukan tergeletak bersimbah darah di kawasan Gunung Antang, Jakarta Timur, Rabu (18/9/2019).
Pria tanpa identitas ditemukan tergeletak bersimbah darah di kawasan Gunung Antang, Jakarta Timur, Rabu (18/9/2019). (ISTIMEWA/Dokumentasi Polsek Jatinegara)

Perihal potensi adanya perlawanan, Budhy menuturkan sejak PT KAI melayangkan SP 1, SP 2, dan SP 3 hingga kini tidak ada pemilik bangunan yang melakukan pembongkaran mandiri.

"Kalau dari kronologis perjalanan somasi SP 1 sampai SP 3 yang ditertibkan PT KAI tidak ada yang bergerak untuk bongkar sendiri, alias abai," tutur Budhy.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved