Bahas 3 Isu di U20 Mayors Summit, Gubernur Anies Baswedan Minta Dicarikan Solusinya

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, ada tiga isu penting yang akan diangkat dalam Forum Urban 20 (U20) Mayors Summit 2022.

Tayang:
Penulis: Dionisius Arya Bima Suci | Editor: Wahyu Septiana
TRIBUNJAKARTA.COM/DIONISIUS ARYA BIMA SUCI
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan curhat soal pengalamannya jadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Kabinet Kerja dalam Forum Internasional Urban 20 (U20) Mayors Summit 2022 di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dionisius Arya Bima Suci 

TRIBUNJAKARTA.COM, TANAH ABANG - Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan, ada tiga isu penting yang akan diangkat dalam Forum Urban 20 (U20) Mayors Summit 2022.

Ketiga isu itu ialah terkait kesehatan, hunian, dan pemulihan ekonomi pasca-pandemi Covid-19.

Dalam sambutannya ini, Gubernur Anies Baswedan mengajak seluruh pihak berkolaborasi agar setiap ide dan gagasan bisa diperoleh dari berbagai sudut pandang.

"Kota semua paham bahwa dalam dua tahun lebih ini ada pandemi. Kita harus pulih dan bangkit lebih kuat, kota harus bangkit lebih cepat," ucapnya, Selasa (30/8/2022).

"Ini semua akan diajukan ke dalam tiga isu untuk didiskusikan dan kemudian kita menghadapi dunia yang mengalami tekanan luar biasa karena pembangunan ekonomi kita," sambungnya.

Baca juga: Di Forum Internasional, Anies Baswedan Curhat Pengalaman Jadi Anak Buah Jokowi: Dulu Urus Kertas 

Oleh karena itu, orang nomor satu di DKI ini berharap, kolaborasi yang terjalin saat U20 Mayors Summit bisa menemukan solusi dari ketiga isu yang diangkat tersebut.

"Saat ini kita semua berurusan dengan masalah yang lebih riil, yang setiap harinya dirasakan oleh masyarakat," ujarnya.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terlihat sumringah saat meninjau Kampung Susun Produktif Tumbuh Cakung, Kamis (25/8/2022).
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terlihat sumringah  (Tribun Jakarta/Dionisius Arya Bima Suci)

"Kita harus katakan bahwa semua yang hadir di sini akan menghadapi lebih banyak lagi masyarakat yang akan tinggal di area urban, di mana ketiga isu tadi berjalan beriringan.

Inilah momentum yang tepat untuk dibahas dan kita diskusikan bersama," sambungnya.

Gubernur Anies Curhat Bedanya Jadi Menteri dan Gubernur 

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan curhat soal pengalamannya jadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan di Kabinet Kerja.

Hal ini diungkapkan Anies saat menyampaikan sambutan dalam Forum Urban 20 (U20) Mayors Summit 2022 di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat.

Baca juga: Di Depan Delegasi U20, Ridwan Kamil Singgung Presiden Jokowi dan Ngaku Teman Baik Anies Baswedan

Dalam sambutannya itu, Anies menyebut saat menjadi menteri di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo jilid pertama, ia lebih banyak duduk di balik layar.

"Waktu itu kami membahas isu-isu yang terkait dengan kebijakan."

"Kita membahas sejumlah tantangan di seluruh Indonesia dan menyakinkan bahwa kebijakan itu tepat. Kami juga banyak berurusan dengan kertas," ucapnya, Selasa (30/8/2022).

Namun, kondisi berbeda dirasakan Anies saat menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta sejak 2017 lalu.

Ia menyebut, kini dirinya harus terjun langsung ke lapangan bersentuhan dengan masyarakat.

"Saat saya menjadi Gubernur DKI Jakarta, saya banyak berurusan dengan masyarakat daripada kertas. Itu adalah perbedaan," ujarnya.

Dibandingkan pekerjaannya sebagai Mendikbud, Anies menyebut, kini tugasnya lebih berat karena harus bersentuhan langsung dengan masyarakat.

"Kami berurusan dengan masalah yang lebih riil yang setiap harinya dirasakan oleh masyarakat," tuturnya.

Orang nomor satu di DKI ini pun menyinggung Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang juga hadir dalam acara U20 Mayors Summit 2022.

Baca juga: Sambil Getok Panci Keliling Kampung, Lansia di Kolong Tol Penjaringan Tagih Janji Anies Soal Bansos

Anies menyebut, kondisi yang dialaminya berbanding terbalik dengan Tito.

Di awal kariernya, pekerjaan Tito sebagai polisi justru bersentuhan dengan masyarakat sebelum ditunjuk Presiden Jokowi menjabat sebagai Kemendagri.

"Ini unik kalau dibandingkan dengan pak Tito yang sepanjang waktu melayani masyarakat sebagai petugas polisi dan kemudian sekarang berurusan dengan kertas," kata dia.

Sumber: Tribun Jakarta
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved