Ajudan Jenderal Ferdy Sambo Ditembak

Terkuak di Rekonstruksi Kuat Maruf Ada di Kamar Istri Ferdy Sambo, Isu Soal Asmara Terlarang Mencuat

Beberapa hari ini beredar isu terkait dugaan hubungan terlarang Putri Candrawathi dan Kuat Maruf. Bagaimana faktanya?

Penulis: Rr Dewi Kartika H | Editor: Yogi Jakarta
YouTube Polri TV Radio
Di adegan ke-12 dan ke-13 rekonstruksi pembunuhan Brigadir J terlihat Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi tengah tiduran di kasur. Dalam adegan tersebut, terlihat Kuat Maruf duduk di dekat Putri Candrawathi. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Beberapa hari ini beredar isu terkait dugaan hubungan terlarang Putri Candrawathi dan Kuat Maruf.

Isu tersebut pertama kali dihembuskan oleh mantan pengacara Bharada E, Deolipa Yumara saat menjadi narasumber di acara TV One, pada Senin (29/8/2022).

"Jadi Bharada Eliezer ini kan bilang, dan dia sudah merasakan. Eliezer ngomong 'Saya curiga bang itu si Kuat ada main sama Putri'. Oh pantes, jawab saya," kata Deolipa.

Deolipa lalu menduga kuat motif pembunuhan terhadap Brigadir J terjadi, adalah karena Kuat Maruf dan Putri ingin menyembunyikan hubungan terlarang mereka selama ini.

"Jangan sampai motif pembunuhan ini karena Yosua melecehkan Putri di Magelang, gak ada itu," ucap Deolipa Yumara.

Baca juga: Ini Nomor Baju Tahanan Ferdy Sambo, Bharada E, Bripka RR dan Kuat Maruf saat Rekonstruksi

"Yang ada adalah saat itu Kuat dan Putri lagi making love, ketahuan Yosua. Makanya Yosua yang dikejar dan dincar," ucap Deolipa Yumara.

Sementara itu, berdasarkan rekonstruksi yang digelar di rumah pribadi Ferdy Sambo di Saguling terkuak sebuah peritiswa menarik.

Sekedar informasi, rekontruksi kasus pembunuhan Brigadir J dilakukan mulai dari Magelang hingga ke Jakarta.

Rekonstruksi pembunuhan Brigadir J. Adegan Putri Candrawati berbaring didampingi Asisten Rumah Tangga, Kuat Maruf, dan Bripka RR di TKP pertama, rumah pribadi JL Saguling III, Jakarta Selatan.
Rekonstruksi pembunuhan Brigadir J. Adegan Putri Candrawati berbaring didampingi Asisten Rumah Tangga, Kuat Maruf, dan Bripka RR di TKP pertama, rumah pribadi JL Saguling III, Jakarta Selatan. (YouTube Polri Tv)

Meski begitu, rekonstruksi adegan yang di Magelang yakni sebanyak 16 adegan dipindahkan ke Jakarta, tepatnya di rumah pribadi Ferdy Sambo.

Di adegan ke-12 dan ke-13 terlihat Istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi tengah tiduran di kasur.

Dalam adegan tersebut, terlihat Kuat Maruf duduk di dekat Putri Candrawathi.

Polisi belum memberikan penjelasan terkait adegan ke-12 dan ke 13 tersebut.

Berlanjut ke adegan ke-14, Putri Candrawathi lalu terlihat menelepon seseorang.

Baca juga: Kecewa Diusir Dirtipidum Di Rekontruksi Kasus Brigadir J, Kamaruddin Bakal Ngadu ke Presiden

Pantauan TribunJakarta, Putri Candrawathi tampak menggunakan pakaian serba putih.

Sementara Kuat Maruf, Bharada E, Ferdy Sambo, dan Bripka RR terlihat memakai baju tahanan berwarna oranye.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi menjelaskan Putri Candrawathi belum berstatus sebagai tahanan.

Ferdy Sambo peluk Putri Candrawathi.
Ferdy Sambo peluk Putri Candrawathi. (YouTube Polri TV)

"Putri Candrawathi tidak akan mengenakan baju oranye lantaran statusnya sampai saat ini masih belum ditahan," kata Andi saat dikonfirmasi, Senin (29/8/2022).

Penjelasan Kapolri di Komisi III

Sebelum Deolipa memberikan spekulasi dugaan pelecehan, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo sudah menjelaskan soal motif yang memicu pembunuhan Brigadir J.

Saat itu Kapolri memastikan sudah mendapatkan keterangan tentang motif dari Ferdy Sambo. Namun, penyidik bakal kembali memastikan saat memeriksa Putri Candrawathi sebagai tersangka.

"Kami ingin memastikan sekali lagi untuk memeriksa ibu PC, sehingga nanti yang kami dapat, apakah berubah atau tidak," ungkap Kapolri saat rapat dengan Komisi III DPR RI, Rabu (24/8/2022).

Statemen Kapolri di atas menanggapi saat anggota Komisi III DPR RI Fraksi PAN Sarifuddin Sudding menanyakan motif dengan membacakan informasi yang dia peroleh terkait adanya dugaan pelecehan di Magelang.

Dari informasi yang disampaikan Suding, Kuat Maruf justru yang memergoki Brigadir J berbuat tidak sopan terhadap Putri Candrawathi. Berbeda dengan spekulasi yang disampaikan Deolipa Yumara.

Baca juga: Rekonstruksi Kasus Brigadir J: Kamaruddin Diusir, Ferdy Sambo Duduk Santai Diambilkan Minum Brimob

Sarifuddin Sudding meminta konfirmasi benar tidaknya temuan soal Brigadir J hendak menggendong Putri Candrawathi yang tertidur di sofa ruang tamu rumah Magelang pada 4 Juli 2022.

Kemudian pada 7 Juli 2022 sore menjelang malam, Brigadir J kedapatan memasuki kamar Putri Candrawathi di lantai dua yang dilihat Kuat Maruf.

Disampaikan Sarufiddin Sudding, Kuat Maruf disebut memergoki Putri Candrawathi menangis dengan baju acak-acakan.

Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan motif pembunuhan berencana Brigadir J tidak keluar antara pelecehan atau perselingkuhan, Rabu (24/8/2022).
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo mengatakan motif pembunuhan berencana Brigadir J tidak keluar antara pelecehan atau perselingkuhan, Rabu (24/8/2022). (TRIBUNNEWS/JEPRIMA)

"Saat itu Brigadir J masuk ke dalam kamar, Putri di lantai dua, dan keluar dari kamar, dilihat oleh Kuat, mengendap-ngendap. Lalu kemudian ditegur kenapa masuk ke kamar ibu. Kemudian lari. Mendengar ada tangisan di dalam kamar oleh Putri, didengar oleh Kuat, didengar oleh Susi, lalu kemudian ingin mengkonfirmasi apa yang sedang terjadi, apa yang dialami oleh Putri," kata Sarifuddin Sudding berdasar informasi yang diperolehnya.

Setelah kehadian itu Kuat Maruf menyarankan Putri Candrawathi melaporkan apa yang dialaminya ke Ferdy Sambo. Malam pukul 23.00 WIB, Putri Candrawathi melaporkan kejadian tersebut kepada Ferdy Sambo.

Soal apa yang ditanyakan Sarifuddin Sudding tersebut, Kapolri mengaku memang ada banyak yang sesuai.

Bripka RR Beri Senjata ke Bharada E

Bripka Ricky Rizal sempat memberikan senjata api (senpi) kepada Bharada Richard Eliezer alias Bharada E sebelum perjalanan pulang dari Magelang, Jawa Tengah, menuju Jakarta.

Hal itu terungkap saat proses rekonstruksi kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Adapun rekonstruksi itu tidak digelar di Magelang, akan tetapi digantikan di rumah pribadi Ferdy Sambo.

Dalam rekonstruksi itu, terlihat Bripka Ricky sempat menyerahkan senjata api (senpi) kepada Bharada E sebelum pulang dari Magelang menuju Jakarta.

Baca juga: 1,5 Jam "Dikurung" di Mobil Brimob, Ini Tampang Ferdy Sambo Kenakan Baju Tahanan dan Tangan Diborgol

Lalu, senpi itu diletakkan Bharada E ke dalam mobil minibus berwarna hitam.

Setelah itu, Bharada E juga duduk di dalam mobil atau tepatnya di samping pengemudi.

Selanjutnya, tersangka Kuat Maruf tampak masuk di sopir kemudi.

Terlihat pula, Putri Candrawathi dan asisten pribadinya tampak duduk di posisi belakang mobil kemudi.

Sedangkan, Bripka Ricky tampak tidak berada di mobil yang sama dengan Putri saat pulang dari Magelang.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved