Jadi Momen Evaluasi Penggunaan Energi Nasional, Ketum DPP KNPI Khairunnisa Minta UU EBT Diselesaikan

Ketua Umum DPP KNPI, Putri Khairunnisa mengingatkan untuk segera merampungkan dan mengesahkan Undang-undang Energi Baru Terbarukan (EBT).

Editor: Wahyu Septiana
ISTIMEWA
Ketua Umum DPP KNPI, Putri Khairunnisa mengingatkan untuk segera merampungkan dan mengesahkan Undang-undang Energi Baru Terbarukan (EBT). 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Ketua Umum DPP KNPI, Putri Khairunnisa mengingatkan Pemerintah dah Parlemen untuk segera merampungkan dan mengesahkan Undang-undang Energi Baru Terbarukan (EBT).

Saat ini memang tengah ramai pro kontra terkait isu kenaikan harga BBM.

Pengesahan UU EBT seharusnya menjadi momentum evaluasi besar-besaran terkait penggunaan energi nasional.

“Siapapun rezim, pasti mengulang atau dihadapkan hal yang sama, sulit, ya kenaikan harga BBM. Tanpa memikirkan atau punya kemauan komitmen transisi energi, maka kita akan terus menempuh pilihan yang berat ini,” kata Putri Khairunnisa dalam keterangan persnya, Rabu (31/8/2022).

Menurutnya, rezim energi fosil harus segera berakhir dan diperlukan proses transisi energi ini semestinya segera di mulai.

Peluang di mulainya transisi tersebut dari Undang-undang Energi Baru Terbarukan (EBT) percepat untuk di rampungkan dan disahkan menjadi undang-undang.

Sebab kata dia, penggunaan EBT selain baik bagi pembangunan ekonomi nasional, juga merupakan menunjukkan komitmen pemerintah dalam pengendalian sumber energi fosil yang semakin menipis dan berakibat kenaikan suhu di permukaan bumi.

“Justru ini yang mendesak untuk segera diselesaikan, bukan justru kebijakan jangka pendek yang ramai,” tegasnya.

Baca juga: Kemenkumham Berikan Hak Cipta Slogan Investor of Change Pemuda Indonesia Kepada DPP KNPI

Khairunnisa menuturkan, dirinya mendorong UU EBT ini karena krusial sebagai landasan hukum yang membereskan tumpang tindih aturan dalam pengelolaan EBT.

Putri Khairunnisa meminta, peserta KTT G20 perlu berperan aktif dan tegas menghentikan politik bisnis energi fosil.

“Selain mengharap pemerintah dan parelemen, saya juga menaruh perhatian pada pemimpin-pemimpin dunia dalam forum G20. Agar visi ekonomi hijau global harus juga di penuhi, ” tutupnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved