Kecelakaan Maut di Bekasi

Datangi SD Lokasi Kecelakaan Maut di Bekasi, Ridwan Kamil Berduka: Saya Paham Kehilangan Anak

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendatangi SDN Kota Baru III di Jalan Sultan Agung Bekasi yang menjadi lokasi kecelakaan maut, Kamis (1/9/2022).

TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di SDN Kota Baru II dan III lokasi kecelakaan maut di Jalan Sultan Agung,Kota Bekasi, Kamis (1/9/2022). 

Laporan wartawan TribunJakarta.com, Yusuf Bachtiar

TRIBUNJAKARTA.COM, BEKASI BARAT - Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mendatangi SDN Kota Baru III di Jalan Sultan Agung Bekasi yang menjadi lokasi kecelakaan maut, Kamis (1/9/2022).

Kang Emil sapaan akrabnya hadir didampingi Plt Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, keduanya sempat menjenguk korban selamat di RS Ananda, Bekasi.

Setelah menjenguk korban selamat, Kang Emil langsung menuju SDN Kota Baru III dan bertemu dengan guru.

Dia mengatakan, kehilangan anak merupakan duka yang sangat luar biasa.

Hal ini tentu dirasakan para orangtua murid dan guru SDN Kota Baru II dan III.

Baca juga: Jadi Sorotan Usai Adanya Kecelakaan Maut di Depan SD, Ini Sejarah Kota Bekasi dari Masa Kerajaan

"Semua dari kita pernah mengalami situasi-situasi duka yang luar biasa, jadi saya sangat paham kehilangan anak sebagai harapan keluarga itu ujian besar bagi orangtua," kata Emil.

Dia juga menyoroti aktivitas lalu lintas kendaraan berat di Jalan Sultan Agung, di mana letak sekolah memang berada persis di pinggir jalan raya.

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di SDN Kota Baru II dan III lokasi kecelakaan maut di Jalan Sultan Agung,Kota Bekasi, Kamis (1/9/2022).
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil di SDN Kota Baru II dan III lokasi kecelakaan maut di Jalan Sultan Agung,Kota Bekasi, Kamis (1/9/2022). (TribunJakarta.com/Yusuf Bachtiar)

"Pertama kita sudah kirimkan surat supaya membatasi truk-truk besar di jam-jam siang di daerah padat seperti ini," kata Emil di Bekasi.

Jalan Raya Sultan Agung merupakan jalan nasional, kewenangannya berada di Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ).

Baca juga: Pilunya Fitri Tahu Kabar Kecelakaan Maut di Bekasi, Tak Sangka Ternyata Ayahnya Jadi Korban Tewas

Surat permintaan pembatasan kendaraan berat melintas di jam sibuk sudah diajukan, tinggal menunggu respon dari pemilik wewenang jalan.

Sedangkan untuk proses hukum, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan polisi agar tanggung jawab kepada yang melanggar pidana dapat ditangani sesuai peraturan yang berlaku.

"Memastikan tanggung jawab hukum yang berlaku kepada yang bersangkutan, karena bagaimanapun korbannya sangat banyak, itu juga sangat bikin sedih," ucapnya.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved