Kecelakaan Maut di Bekasi
Kecelakaan Maut di Bekasi Telan Banyak Korban Jiwa, Truk di Jakarta Timur Dirazia Petugas Gabungan
Razia truk ini melibatkan petugas gabungan dari Sudin Perhubungan Jakarta Timur serta anggota TNI dan Polri.
Penulis: Bima Putra | Editor: Acos Abdul Qodir
Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra
TRIBUNJAKARTA.COM, CAKUNG - Tak ingin kejadian kecelakaan maut truk di Bekasi terulang, petugas gabungan melakukan razia kelayakan truk dan angkutan barang di Jalan KRT Radjiman Widyodiningrat, Cakung, Jakarta Timur, Kamis (1/9/2022).
Razia truk ini melibatkan petugas gabungan dari Sudin Perhubungan Jakarta Timur serta anggota TNI dan Polri.
Kasi Pengendalian dan Operasional Sudin Perhubungan Jakarta Timur, Riky Erwinda mengatakan dalam razia ini pihaknya memeriksa surat tanda uji kendaraan (STUK) hingga kelayakan kendaraan.
"Pelanggaran yang kerap kali kita dapatkan itu seperti KIR mati, maupun dari pelanggaran baik lampu rem, lampu besar yang tidak aktif ataupun mati itu kita BAP," kata Riky, Kamis (1/9/2022).
Bagi kendaraan yang tidak layak jalan akan diberikan sanksi berupa stop operasi sementara, yakni kendaraan dikandangkan ke Terminal Pulogebang dan Terminal Rawamangun.
Baca juga: Truk Tabrak Kerumunan Murid Pulang Sekolah Bikin Trauma, Kegiatan Belajar SD Kota Baru II Ditiadakan
Baca juga: Nangis Terus Usai Tewaskan 10 Orang, Sopir Truk Maut di Bekasi Hari Ini Diperiksa Polisi
Operasi Lintas Jaya dengan melibatkan Sudin Perhubungan Jakarta Timur dan TNI-Polri ini bakal dilakukan berkala guna mencegah kasus pelanggaran dan kecelakaan.
"Untuk pelanggaran muatan berlebih per hari rata-rata delapan sampai 10 kendaraan kita dapatkan. Sesuai UU Dinas Perhubungan itu terkait dengan angkutan penumpang maupun barang," ujarnya.
Riky menuturkan selain penindakan, dalam operasi Tim Lintas Jaya pihaknya juga memberikan edukasi dan sosialisasi kepada para sopir angkutan penumpang dan barang.

Pihaknya mengimbau para sopir angkutan penumpang dan barang yang merasa kelelahan segera menepi untuk beristirahat guna mencegah terjadinya kecelakaan.
"Baik itu angkutan barang maupun penumpang, sedianya ketika dia merasa lelah sebaiknya istirahat. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," tuturnya.
DIberitakan, kecelakaan maut terjadi di depan SDN Kota Baru II dan III, Jalan Sultan Agung, Bekasi Barat, Kota Bekasi pada Rabu (31/8/2022) sekitar pukul 10.00 WIB.
Sebuah truk trailer bermuatan besi dan beton tiba-tiba menyeruduk kerumunan para murid, orang tua murid, dan warga yang berada tepat di depan sekolah SD tersebut.
Hantaman truk itu juga mengakibatkan menara telekomunikasi roboh dan menimpa pengendara mobil.
Baca juga: Bergetarnya Kakek Korban Kecelakaan Maut di Bekasi, Baru Temukan Cucunya Saat Bangkai Truk Digeser
Akibat kejadian kecelakaan maut truk tersebut, sebanyak 10 orang tewas dan lebih 20 orang lainnya luka-luka.
Sebanyak empat orang tewas adalah murid SDN II dan III Kota Baru yang saat kejadian baru keluar dari sekolah.