Ajudan Jenderal Ferdy Sambo Ditembak

Polri Kabulkan Permintaan Putri Candrawathi agar Tak Ditahan Karena Ini, Pengacara: Alhamdulillah

Arman mengatakan Putri Candrawathi hanya dikenakan wajib lapor ke Bareskrim Polri mulai pekan depan.

Kompas TV
Irjen Ferdy Sambo (kiri) dan Putri Candrawathi (kanan). Gaya kemunculannya di depan publik sangat berbeda, Ferdy Sambo dengan berbicara tegas, sementara Putri menangis. 

TRIBUNJAKARTA.COM - Istri Irjen Pol Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, untuk kedua kali lolos dari penahanan seusai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka kasus pembunuhan berencana Brigadir J di Bareskrim Polri.

Rupanya, hal itu dikarenakan penyidik Bareskrim Polri telah mengabulkan permintaan Putri Candrawathi, untuk tidak ditahan.

Putri Candrawathi pun bisa pulang ke rumah usai menjalani pemeriksaan kali kedua sebagai tersangka selama 11 jam di Bareskrim Polri, Jakarta, pada Kamis (1/9/2022) dini hari.

Kuasa hukum Putri Candrawathi, Arman Hanis, bersyukur permintaan kliennya tersebut dikabulkan pihak Polri.

Arman mengatakan Putri Candrawathi hanya dikenakan wajib lapor ke Bareskrim Polri mulai pekan depan. 

Baca juga: Putri Candrawathi Masih Bebas, Deolipa: Pelaku Nyolong Ayam Ditahan, Kok Ini Masih Berkeliaran?

Adapun alasan kemanusiaan yang dimaksud yakni karena Putri Candrawathi masih memiliki anak kecil.

Diketahui, pasangan Irjen Pol Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi memppunyai empat anak, termasuk si bungsu yang masih berusia 1,5 tahun.

Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi terancam hukuman mati atau pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun kurungan. Lalu bagaimana dengan nasib anak Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi?
Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi terancam hukuman mati atau pidana seumur hidup atau maksimal 20 tahun kurungan. Lalu bagaimana dengan nasib anak Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi? (Kompas TV)

Disampaikannya, keputusan penyidik yang tidak mengabulkan permintaan untuk tidak menahan Putri Candrawathi didasari alasan kemanusiaan hal itu sebagaimana tertuang dalam aturan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

"Ya, terkait soal penahanan Ibu Putri, kami sudah mengajukan permohonan untuk tidak dilakukan penahanan karena alasan-alasan sesuai Pasal 31 ayat 1 KUHAP itu kita boleh mengajukan permohonan itu dan kita mengajukan karena alasan kemanusiaan," kata Kuasa Hukum Putri Candrawathi, Arman Hanis saat ditemui awak media di Bareskrim Polri, Kamis (1/9/2022) dini hari.

Tak hanya itu, kondisi kesehatan Putri Candrawathi yang tidak stabil juga dijadikan dasar permohonan kepada penyidik untuk tidak menahan Putri.

"Ibu Putri masih mempunyai anak kecil dan Ibu Putri masih dalam kondisi tidak stabil, sehingga kami mengajukan permohonan untuk tidak dilakukan penahanan terhadap Ibu Putri,"

Atas permohonan tersebut kata Arman, tim penyidik Polri mengaminkan untuk tidak menahan Putri Candrawathi meski yang bersangkutan sudah menjadi tersangka kasus tewasnya Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat alias Brigadir J.

"Alhamdulillah penyidik mempertimbangkan hal-hal terkait kemanusiaan ya sehingga penyidik mengabulkan tetapi diminta untuk diberikan wajib lapor dua kali seminggu," ucap Arman.

Baca juga: Brigadir J Setengah Berlutut Mohon Ampun ke Bharada E,Ferdy Sambo Tembak Kepala Meski Sudah Terjatuh

Dirinya juga memastikan kalau Putri Candrawathi tidak akan kabur dari proses hukum yang sedang bergulir.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved