Warga Sukmajaya Depok Bingung Jalan Ditutup Tembok Pemilik Lahan, Lurah: Harus Ada Komunikasi

Menurut informasi yang ia terima, jalan yang ditutup tembok itu disebut-sebut milik seseorang bernama Rudi Samin.

TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Sejumlah warga hanya bisa berkumpul di depan tembok yang dibangunan di jalan RT 07/03, Kelurahan Tirtajaya, Sukmajaya, Kota Depok, Jumat (2/9/2022), Pemilik lahan membangunan tembok yang sekaligus menutup akses mobilitas warga. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Dwi Putra Kesuma

TRIBUNJAKARTA.COM, SUKMAJAYA – Warga RT 07/03 Kelurahan Tirtajaya, Sukmajaya, Kota Depok, kebingungan setelah akses jalan yang biasa dilewati di wilayahnya tiba-tiba ditembok pemilik lahan.

Lurah Tirtajaya, Muhammad Imron, mengatakan, pihaknya masih mencari tahu penyebab penembokan tersebut.

“Secara kronologis kita juga tidak tahu, karena Pak Rudi (Rudi Samin) merasa itu tanahnya dan akses jalan. Dari pemerintah menyayangkan, karena kegiatan penutupan itu harus ada komunikasi dengan warga sekitar,” jelasnya di lokasi, Jumat (2/9/2022).

Menurut informasi yang ia terima, jalan yang ditutup tembok itu disebut-sebut milik seseorang bernama Rudi Samin.

Sekedar informasi, Rudi Samin adalah orang yang membongkar dugaan penimbunan beras di lapangan KSU, Sukmajaya, yang sempat viral beberapa waktu lalu.

Namun demikian, Imro mengatakan pihaknya belum bisa memastikan lahan tersebut milik Rudi Samin, musabab belum melihat adanya dokumen sah kepemilikan.

“Saya belum bisa mengatakan karena belum ada dokumen,” ungkapnya.

Baca juga: Rudi Samin, Penemu Dugaan Penimbunan Sembako Banpres di Depok Bakal Diperiksa Polisi

Baca juga: Warga Ciputat Kebingungan Akses Masuk Rumahnya Ditutup Tembok Pengembang Setinggi 2 Meter

Baca juga: Kebakaran Hebat Landa Beberapa Pabrik di Kawasan Jababeka, 7 Jam Api Tak Padam Justru Merembet

Imron mengatakan, pihaknya akan mengadakan pertemuan dengan pengurus lingkungan termasuk dengan orang yang mengklaim kepemilikan lahan tersebut.

“Harapan saya ada sejenis musyawarah yang bisa menguntungkan semua pihak. Karena itu menurut informasi warga kan jalan desa. Nanti tinggal di lapangan, selama itu Pak Rudi misalnya mau pakai ya musyawarahkan dengan warga, biar ada simbiosis mutualisme,” ebbernya.

“Mudah-mudahan dengan keluhan warga yang berbatasan langsung dengan yang mobilitasnya tinggi, bisa diberikan kebijaksanaan oleh Pak Rudi,” pungkasnya.

 

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved