Anies Baswedan Enggan Beberkan Langkahnya Usai Lengser, Pengamat: Wajar, Lagi Cari Strategi Baru

Menurutnya, Anies Baswedan perlu membaca dinamika politik yang ada hingga Pilpres 2024 mendatang.

Kompas.com/Kristianto Purnomo
Anies Baswedan sewaktu Calon Gubernur DKI Jakarta, usai menggunakan hak suara pada Pilkada DKI Jakarta putaran kedua di TPS 28, Cilandak Barat, Jakarta Selatan, Rabu (19/4/2017). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Nur Indah Farrah Audina

TRIBUNJAKARTA.COM, GAMBIR - Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia Ujang Komarudin menyoroti sikap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang enggan mengungkapkan langkahnya ke depan.

Apalagi, pertanyaan ini terus diajukan awak media mengingat masa jabatan orang nomor satu di DKI itu bakal berakhir pada 16 Oktober 2022 mendatang.

"Ya iyalah memang pasti akan tidak mau mengomentari menjawab teman-teman media setelah berakhir karena memang harus rehat dulu, harus istirahat dulu dan cari langkah strategi baru ke depan bisa membuat ruang panggung," ungkapnya saat dihubungi, Sabtu (3/9/2022).

Bungkamnya Anies pun dinilai sebagai sesuatu yang wajar.

Menurutnya, Anies Baswedan perlu membaca dinamika politik yang ada hingga Pilpres 2024 mendatang.

Apalagi, namanya kerap diisukan bakal maju sebagi capres 2024.

"Saya melihatnya, apa yang dilakukan oleh itu hal yang wajar karena memang untuk harus dilihat lagi situasinya dengan dinamika politik yang berkembang ke depan.

Ketika tidak mau menjawab teman-teman media terkait dengan masa jabatan saya rasa itu hal yang biasa bagi politisi. Mungkin belum ada rencana ke depan, mungkin setelah nanti beberapa bulan tahu-tahu dia punya strategi untuk bisa dekat dengan rakyat untuk bisa membuat panggung-panggung (masalah elektabilitas)," pungkasnya.

Baca Juga: Bulan Depan Lengser dari Kursi Gubernur, Anies Baswedan Masih Bingung Nanti Mau Berkantor Di Mana

Diwartakan sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan singgung masa jabatannya yang bakal berakhir pada Oktober 2022 mendatang saat meresmikan pembangunan dua gereja di Jakarta Utara.

Diketahui, pada hari ini, Sabtu (3/9/2022), orang nomor satu di DKI itu meresmikan pembangunan Gereja Bethel Indonesia (GBI) Jelambar Timur di Penjaringan dan Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) Jemaat Yordan Gading Griya Lestari di Cilincing.

"Memang benar bulan depan periode kami berakhir, ya periode kami berakhir tapi Pemprov DKI Jakarta tidak berakhir. Jadi yang berakhir itu adalah Anies. Nama gubernur datang dan pergi. Gubernurnya tidak pernah datang dan pergi. Gubernur selalu ada yang beda itu isi di nama dan tanda tangannya. Itu yang beda-beda," katanya di Jakarta Utara.

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) dan Akademisi Universitas Al Azhar, Ujang Komarudin. Ujang memaparkan Citayam Fashion Week sebagai fenomena politik.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) dan Akademisi Universitas Al Azhar, Ujang Komarudin. Ujang memaparkan Citayam Fashion Week sebagai fenomena politik. (Istimewa)

Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini pun langsung meminta doa kepada jemaat yang hadir agar bisa menyelesaikan tugas dan janji kampanye saat Pilgub 2017 lalu.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved