Ajudan Jenderal Ferdy Sambo Ditembak

Kamaruddin Dituding Bikin Hoaks, Pernyataan Deolipa Kontroversi, Sosok Ini Sampai Lapor ke Bareskrim

A3H bergerak melaporkan dua pengacara ke Bareskrim Polri karena membuat gaduh masyarakat terkait penyebaran berita bohong alias hoaks.

Editor: Wahyu Septiana
Kolase Tribun Jakarta
Kamaruddin Simanjuntak dan Deolipa Yumara - A3H bergerak melaporkan dua pengacara ke Bareskrim Polri karena membuat gaduh masyarakat terkait penyebaran berita bohong alias hoaks. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Aliansi Advokat Anti Hoax (A3H) bergerak melaporkan dua pengacara ke Bareskrim Polri karena membuat gaduh masyarakat terkait penyebaran berita bohong alias hoaks.

Kedua sosok pengacara yang dilaporkan antara lain Kamaruddin Simanjuntak dan Deolipa Yumara.

Kamaruddin Simanjuntak merupakan pengacara keluarga Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Sedangkan, Deolipa Yumara adalah mantan pengacara Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E.

Adapun laporan tersebut teregister dengan nomor STTL/315/VIII/2022/Bareskrim Polri tertanggal 31 Agustus 2022.

Adapun pelapor yakni dari Aliansi Advokat Anti Hoax (A3H).

Baca juga: Tudingan Kamaruddin Tak Benar, Foto Brigadir J Jadi Bukti Peristiwa Mengerikan di Rumah Ferdy Sambo

"Kita kemarin lapor dalam kapasitas selaku Aliansi Advokat Antihoax yang peduli dengan kondisi masyarakat hukum supaya tertib hukum," kata Ketua Umum Aliansi Advokat Anti Hoax (A3H), Zakirun Chaniago saat dihubungi, Jumat (2/9/2022).

Zakirun menyebut dasar pelaporan yang dibuat karena kedua terlapor kerap membuat berita hoaks dalam kasus kematian Brigadir J.

Pengacara Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak menyebut ada jenderal bintang tiga yang merasa ketakutan saat menangani kasus Ferdy Sambo.
Pengacara Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak menyebut ada jenderal bintang tiga yang merasa ketakutan saat menangani kasus Ferdy Sambo. (Kompas TV)

"Untuk Kamaruddin kan bicara antara lain di beberapa media online dia mengatakan ada sayatan, ada jari-jari hancur, katanya telah ditembak, ada jeratan leher, semacam itu kan sebenarnya tidak sesuai dengan hasil otopsi yang dikeluarkan oleh lembaga berwenang dari forum laboratorium forensik. Itu sudah dibantah langsung," ucapnya.

"Itu kan penggiringan opini semacam ini untuk membangun suatu kebencian kepada pihak keluarga ini. Itu sudah menyerang kepada kepentingan pribadi, personal," sambungnya.

Sementara itu, Zakirun mempermasalahkan pernyataan Deolipa yang menyebut soal LGBT, perselingkuhan antara istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi dan asisten rumah tangganya yang kini juga menjadi tersangka, Kuat Ma'ruf hingga Ferdy Sambo seorang psikopat.

"Hal-hal yang tidak substansial dari permasalahan yang sebenarnya, apabila dikembangkan dan dibiarkan, seolah-olah itu benar, padahal itu tidak ada dasar sama sekali yang mereka sampaikan. Kita melihat masyarakat ini jadi gaduh, tersedot energi mereka," ungkapnya.

Deolipa Yumara seusai melaporkan kuasa hukum Bharada Richard Eliezer alias Bharada E, Ronny Talapessy, di Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa (16/8/2022) malam.
Deolipa Yumara seusai melaporkan kuasa hukum Bharada Richard Eliezer alias Bharada E, Ronny Talapessy, di Polres Metro Jakarta Selatan, Selasa (16/8/2022) malam. (TRIBUNJAKARTA.COM/ANNAS FURQON HAKIM)

Zakirun melanjutkan seharusnya percayakan saja kepada pihak kepolisian yang tengah menyidik kasus tersebut dan tidak membuat spekulasi yang bisa menggiring opini publik.

"Kita maunya ya sudah percayakan kepada pihak berwenang dalam pemeriksaan ini, sama-sama kita pantau. Implikasi daripada perbuatan mereka itu jelas pidana, makanya kita laporin. Sebab, kalau tidak dihentikan semacam ini akan terus berkembang," jelasnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved