Proses Restrukturisasi Terganggu karena Pemegang Saham WanaArtha Jadi Tersangka

Proses restrukturasi di Wanaartha Life (WAL) menjadi terganggu terkait adanya pemegang saham yang didetapkan menjadi  tersangka.

Editor: Wahyu Septiana
Kontan
Proses restrukturasi di Wanaartha Life (WAL) menjadi terganggu terkait adanya pemegang saham yang didetapkan menjadi  tersangka. 

TRIBUNJAKARTA.COM, JAKARTA - Proses restrukturasi di WanaArtha Life (WAL) menjadi terganggu terkait adanya pemegang saham yang didetapkan menjadi  tersangka.

Penetapan tersangka pemegam saham WAL itu dinilai penuh kejanggalan.

Berbagai pihak menyatakan keheranannya terhadap penetapan itu.

Apalagi, penersangkaan malah disematkan kepada  para pihak yang berupaya membenahi perusahaan akibat tindakan direksi dan manajemen lama. 

Upaya praperadilan sendiri, ditempuh karena langkah mereka memperhatikan nasib para nasabah menjadi terhalang karena penetapan tersangka ini, terutama proses restrukturisasi bagi nasabah WAL.

“Apabila klien kami terdesak, terpepet, terinjak terus menerus, tentu kemampuannya untuk memperhatikan nasib nasabah menjadi terbatas atau terhalang,” ujar Kuasa Hukum ketiga tersangka, Fajri Yusuf kepada wartawan, Jumat (2/9/2022).

Fajri menekankan, pemegang saham selama ini mendukung penuh setiap pemeriksaan pihak Kepolisian demi mendapatkan para pelaku di kasus ini, yakni direksi lama dan manajemen lama WAL.

Baca juga: WanaArtha Life Seleksi Investor Baru, Tetap Hormati Proses Hukum

Sayangnya, upaya untuk mempertanyakan ini  kepada hakim tunggal praperadilan untuk membatalkan penetapan tersangka oleh Bareskrim Polri harus menunggu lebih lama.

Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri tidak hadir dalam persidangan praperadilan awal pekan ini.

“Persidangan praperadilan yang diajukan oleh klien kami selaku pemohon ditunda selama satu minggu ke depan. Dikarenakan pihak termohon dalam hal ini Bareskrim tidak hadir pada persidangan, maka hakim tunggal memutuskan untuk melakukan pemanggilan ulang kepada termohon untuk hadir pada persidangan berikutnya,” jelasnya lagi.

Manfred Armin Pietruschka dan Evelina Larasati Fadil, diterangkan Fajri, merupakan pemegang saham pada PT. Fadent Consolidated Companies, salah satu pemegang saham di WAL.

Sementara satu tersangka lainnya yakni Rezananta Pietruschka bekerja di bagian marketing WAL.

"Dugaan tindak pidana tersebut memang benar terjadi di bawah pengawasan klien kami selaku komisaris dan pemegang saham. Namun karena (pemegang saham.red) percaya buta dengan direksi dan manajemennya, maka terjadilah semua ini,” ucapnya.

Selain itu, pemegang saham juga sudah melakukanpenggantian seluruh susunan direksi dan manajemen.

Baca juga: Investor Baru Segera Diumumkan, WanaArtha Klaim Perjanjian Sudah Lebih dari 50 Persen

Halaman
123
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved