Industri Fashion Terdampak Kenaikan BBM, Desainer Ungkap Gaji Karyawan dan Harga Bahan Naik

Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) berimbas pada industri fashion. Ini curhat desainer busana soal naiknya harga BBM.

TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino
Desainer busana, Ariy Arka, saat ditemui di JF3 Fashion Festival, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu (4/9/2022). 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Gerald Leonardo Agustino

TRIBUNJAKARTA.COM, KELAPA GADING - Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang baru diumumkan pemerintah pada Sabtu (3/9/2022) kemarin membawa dampak ke berbagai sektor industri.

Tak terkecuali industri busana atau Fashion yang juga bakal terkena dampak dari naiknya harga BBM tersebut.

Hal ini disampaikan salah seorang desainer busana, Ariy Arka, dalam konferensi pers JF3 Fashion Festival di Mal Kelapa Gading, Jakarta Utara.

"Industri fashion pasti akan terdampak dengan adanya kenaikan BBM," kata Ariy, Minggu (4/9/2022).

Ariy yang merupakan pemilik brand busana wanita Naara menuturkan, dampak kenaikan harga BBM bisa menyebabkan beberapa segmen di industri busana harus mengalami perubahan, terutama soal perhitungan finansial secara keseluruhan.

Baca juga: Banyak Kerja Jadi Tukang Pijat dan Jual Kerupuk, Penyandang Disabilitas Pertanyakan Bansos BBM

Beberapa segmen yang dinilai Ariy bakal sangat terdampak ialah terkait sumber daya manusia hingga bahan material produk busana yang dijajakannya.

"Dengan adanya kenaikan BBM pasti di beberapa segmen di industri fashion, mungkin kayak tenaga kerja, atau bahan baku pasti akan mengalami kenaikan," ucapnya.

Ariy mengaku sudah mengantisipasi kenaikan harga BBM ini beberapa bulan terakhir terutama ketika isunya banyak diperbincangkan.

Suasana pembukaan JF3 Fashion Festival di ke-18 di La Piazza Mal Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (1/9/2022) malam.
Suasana pembukaan JF3 Fashion Festival di ke-18 di La Piazza Mal Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (1/9/2022) malam. (TribunJakarta.com/Gerald Leonardo Agustino)

Ia lantas membuat rencana-rencana tertentu supaya bisa bertahan dan tetap memperoleh keuntungan tanpa harus mengurangi karyawan di tengah kenaikan harga BBM.

"Karena nggak mungkin BBM naik, tapi gaji karyawan nggak naik, mau nggak mau salary harus naik," ucapnya.

"Kita berusaha untuk tidak mengurangi karyawan, kita berusaha menambah karyawan. Karena dengan menambah karyawan kita harapannya bisa menambah omzet juga dan targetnya kita besarin lagi," sambung Ariy.

Baca juga: Jokowi Naikkan Harga BBM, Kritik Demokrat: Rakyat Hidup Lebih Sulit, Pemerintah Malah Tak Berhemat

Begitupun dengan harga bahan material untuk membuat sebuah desain busana terealisasikan.

Pasalnya, kenaikan harga BBM sudah pasti juga membuat industri bahan pakaian memperhitungkan untuk menaikkan harga.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved