Pemilik Warteg Se-Nusantara Bersiap Menaikkan Harga Lauk Imbas Kenaikan BBM

Para pemilik warteg bersiap menaikkan harga lauk usai pemerintah menaikkan harga bbm.

Penulis: Bima Putra | Editor: Jaisy Rahman Tohir
YouTube Jess No Limit
Sisca Kohl baru pertama kali makan makanan di warteg pinggir jalan. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Para pemilik warteg bersiap menaikkan harga lauk usai pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertalite, Solar, dan Pertamax.

Ketua Komunitas Warteg Nusantara (Kowantara), Mukroni mengatakan rencana tersebut karena kenaikan BBM diprediksi akan berdampak pada mahalnya harga bahan pangan di pasaran.

"Kami mulai menghitung berapa harga menu warteg yang harus dinaikin. Kalau cabai bisa substitusi (diganti) dengan cabai kering, kalau BBM naik semua mengerek naik," kata Mukroni, Minggu (4/9/2022).

Bagi pengusaha warteg, menaikkan harga makan ini merupakan pilihan terakhir bila seluruh harga pangan naik dan tidak lagi bisa disiasati dengan cara mengurangi atau mengganti bahan.

Pun di satu sisi menaikkan harga makan membuat para pengusaha warteg khawatir ditinggal pembeli, mengingat daya masyarakat belum pulih akibat pandemi Covid-19.

Baca juga: BBM Naik, Warteg Terancam Bangkrut karena Harga Bahan Baku dan Sewa Tempat Naik

"Biasanya menunggu seminggu itung-itungannya (melihat kenaikan harga pangan). Kowantara harap pemerintah bisa mengatur emak-emak (pedagang) di pasar agar tidak naikan harga setiap hari," ujarnya.

Menaikkan harga makan juga tidak lantas menyelesaikan masalah, karena pemilik warteg harus berhadapan dengan kenaikan harga sewa tempat usaha mereka yang diprediksi ikut naik.

Mukroni memprediksi dampak kenaikan harga BBM bagi pengusaha Warteg akan terlihat hingga tahun 2023, saat dikhawatirkan banyak warteg gulung tikar karena tidak mampu membayar sewa.

"Statemen kami (Kowantara) tahun depan banyak warteg yang tutup karena tidak bisa melanjutkan sewa atau kontrak," tuturnya.

Sebagai informasi, pada Sabtu (3/9/2022) pemerintah menaikkan harga Pertalite dari Rp7.650 per liter menjadi Rp10.000, Solar subsidi dari Rp 5.150 per liter menjadi Rp6.800, dan Pertamax dari Rp12.500 menjadi Rp14.500 per liter.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved