Protes Demokrat DKI: Saat Harga Minyak Dunia Turun Tapi BBM Tak Turun, Uangnya Kemana?

Partai Demokrat DKI Jakarta menyoroti kenaikan harga BBM. Demokrat mempertanyakan saat harga minyak dunia turun tapi BBM tidak turun.

TribunJakarta.com/Dwi Putra Kesuma
Antrean panjang pengendara motor dan mobil jelang harga baru BBM. Partai Demokrat DKI Jakarta menyoroti kenaikan harga BBM. Demokrat mempertanyakan saat harga minyak dunia turun tapi BBM tidak turun. 

"Jika kebocoran ini bisa ditekan, pemerintah tidak perlu menaikkan harga BBM bersubsidi,” tuturnya.

Ia pun khawatir, kenaikan BBM ini menimbulkan efek berantai berupa kenaikan sejumlah bahan kebutuhan pokok.

Terlebih, Badan Pusat Statistik (BPS) dan Bank Indonesia (BI) mencatat kenaikan harga pangan telah melewati angka 10 persen.

"Inflasi diprediksi dapat menyentuh 7 persen sampai 8 persen jika BBM mencapai Rp 10.000," ucapnya.

Dengan inflasi sebesar itu, Mujiyono khawatir daya beli masyarakat semakin menurun sehingga angka kemiskinan di Indonesia melonjak signifikan.

Sebagai informasi, Presiden Joko Widodo mengumumkan kenaikan BBM jenis Pertalite, Solar, dan Pertamax per 3 September kemarin mulai pukul 14.30 WIB.

Harga Pertalite naik dari Rp 7.650 per liter menjadi Rp 10.000 per liter.

Disusul, harga Solar subsidi dikerek menjadi Rp 6.800 per liter dari Rp 5.150 per liter.

Sementara itu, harga Pertamax non subsidi juga naik, dari Rp 12.500 per liter menjadi 14.500 per liter.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved