Breaking News:

Harga BBM Naik, Organda Prediksi Tarif Angkutan Umum di Jakarta Naik Hingga 17,5 Persen

Organisasi Angkutan Daerah DKI Jakarta bersiap menaikan tarif angkutan orang dan barang menyusul kenaikan harga BBM Pertalite, Solar, dan Pertamax.

Penulis: Bima Putra | Editor: Wahyu Septiana
Kompas.com/Ihsanuddin
Ilustrasi Presiden Jokowi tentang kenaikan harga BBM - Organisasi Angkutan Daerah DKI Jakarta bersiap menaikan tarif angkutan orang dan barang menyusul kenaikan harga BBM Pertalite, Solar, dan Pertamax. 

Laporan Wartawan TribunJakarta.com, Bima Putra

TRIBUNJAKARTA.COM, JATINEGARA - Organisasi Angkutan Daerah (Organda) DKI Jakarta bersiap menaikan tarif angkutan orang dan barang menyusul kenaikan harga BBM Pertalite, Solar, dan Pertamax.

Ketua Organda DKI Jakarta, Shafruhan Sinungan mengatakan pihaknya dalam waktu dekat akan melakukan pertemuan dengan Dinas Perhubungan DKI Jakarta untuk membahas kenaikan.

"Masih akan kita bahas bersama dengan Dishub tentang kenaikan tarifnya. (Kenaikan tarif diprediksi) antara 12,5-17,5 persen," kata Shafruhan saat dikonfirmasi di Jakarta Timur, Senin (5/9/2022).

Bagi para sopir angkutan, penyesuaian tarif ini harus dilakukan agar mereka tetap bisa mendapat untung di tengah pengeluaran yang membengkak akibat kenaikan harga BBM.

Masali, satu sopir angkutan kota (angkot) di Jakarta Timur mengaku mendukung kenaikan tarif dapat segera diberlakukan agar para sopir harus menanggung beban operasional BBM.

Baca juga: Jokowi Naikkan Harga BBM, Kritik Demokrat: Rakyat Hidup Lebih Sulit, Pemerintah Malah Tak Berhemat

"Ongkosnya harus naik dulu, karena kalau enggak naik berat sekali. Karena BBM ini kan pengeluaran pasti bertambah. Sementara penumpang sekarang sepi, enggak seperti dulu," ujar Masali.

Masali menuturkan sebenarnya menolak kenaikan harga BBM, namun dia hanya bisa pasrah mengikuti kebijakan pemerintah dan berharap dampak yang ditimbulkan tidak terlampau berat.

Sejumlah angkutan kota terparkir di separuh Jalan Jati Baru, tak jauh dari pintu utara Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (30/1/2018). TRIBUNJAKARTA.COM/NAWIR ARSYAD AKBAR
Sejumlah angkutan kota terparkir di separuh Jalan Jati Baru, tak jauh dari pintu utara Stasiun Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (30/1/2018). TRIBUNJAKARTA.COM/NAWIR ARSYAD AKBAR (TribunJakarta.com/Nawir Arsyad Akbar)

Dia hanya berharap pemerintah lekas mendistribusikan bantuan sosial (Bansos) bagi sopir angkutan umum, Ojol, nelayan yang pengeluarannya terdampak karena kenaikan harga BBM.

"Ya mudah-mudahan Bansos merata, enggak cuman dikasih ke beberapa orang saja. Habis kalau sudah naik begini mau bagaimana lagi, ya mengikuti pemerintah saja sekarang," tutur Masali.

Sumber: Tribun Jakarta
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved